Apa Kaitannya Obesitas & Hipertensi ?

Oleh : Ir.Gordon Djemat,AKP
Akupunturist & Penyuluh Kesehatan PT.SOMAN INDONESIA

Mitra sehat ,     
Penyakit obesitas erat hubungannya dengan penyakit darah tinggi atau hipertensi. Penyakit yang dipicu oleh gaya hidup yang salah terutama pengkomsumsian makanan tidak sehat ini dapat menyebabkan kegemukan maupun meningkatnya tekanan darah pada manusia. Nah, kali ini kita akan bahas lebih dalam lagi apa sebenarnya kaitan hipertensi dan obesitas..? dan bagaimana juga kita menangani hal tersebut dengan pola makan yang baik ..? kita akan bahas hari ini dengan Ir Gordon Djemat,Akp akupunturist & penyuluh kesehatan PT Soman Indonesia.

Apa kaitan nya hipertensi dengan obesitas..?
Obesitas diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan di jaringan lemak tubuh, dan dapat mengakibatkan terjadinya beberapa penyakit. Parameter yang umum digunakan untuk menentukan keadaan tersebut adalah indeks massa tubuh seseorang 25-29,9 kg/m2 . Pada dekade terakhir prevalensi obesitas makin meningkat. Di USA prevalensi obesitas pada dewasa muda adalah sekitar  17,9 % dan overweight > 60% untuk laki-laki dan 55% untuk wanita . Pada populasi dan etnik tertentu (Mexican-American dan Afrikan-American) prevalensi lebih tinggi lagi yaitu lebih dari 65%. Pada anak-anak angka kejadian ini juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun . Di beberapa area seperti Amerika utara dan tengah, Australia,  Afrika, Asia tenggara termasuk Indonesia yang sebelumnya memiliki prevalensi obesitas yang rendah terjadi kecenderungan peningkatan angka prevalensi. Hal ini mungkin berhubungan dengan peningkatan urbanisasi penduduk perubahan pola makanan dan aktifitas yang terjadi  didaerah tersebut. Perubahan berat badan juga merupakan salah satu faktor penting pada survival rate penderita hipertensi. Perubahan berat badan merupakan sebanyak 5 kg (meningkat ataupun menurun) pada kurun waktu 10-15 tahun akan meningkatkan angka mortalitas sebesar 1,5 - 2 kali lebih tinggi. Pada satu studi prospektif- epidemiologi didapatkan angka mortalitas penyakit kardiovaskular lebih rendah pada populasi dengan berat badan yang stabil selama kurun waktu tertentu. Pada obesitas biasanya sering didapatkan adanya fluktuasi peningkatan dan penurunan berat badan secara periodik ini akan meningkatkan resiko mortalitas pada obesitas.

Mengapa kedua hal tersebut memiliki kaitan kesehatan ..?
Obesitas merupakan suatu keadaan dimana terdapat jaringan adipose (Jaringan adiposa adalah jaringan yang tersusun atas lipid atau lemak; Jaringan adiposa dapat disebut sebagai suatu penumpukan lemak pada organisme. Jaringan penghubung yang sel sel nya mengandung lemak berbentuk bulatan-bulatan besar.

Jaringan adiposa dapat anda temukan diseluruh tubuh anda. Hal ini logis karena lemak berfungsi dalam menjaga kestabilan suhu tubuh agar tubuh tidak kedinginan. Terletak dibawah kulit atau disebut sebagai lemak subkutan dan disekitar organ internal disebut lemak visceral. Jaringan adiposa juga dapat ditemukan di antara otot, jaringan payudara dan dalam sumsum tulang anda. Jaringan adiposa paling banyak ditemukan di bagian pantat dan payudara untuk wanita dan untuk lelaki diwilayah pantat. Bagi penderita obesitas, jaringan lemak atau adiposa berada dalam jumlah berlebih). Dalam proporsi yang abnormal dalam tubuh Hubungan obesitas dengan hipertensi telah diketahui sejak lama. Diduga timbulnya hipertensi pada obesitas adalah berkaitan dengan meningkatnya volume plasma dan curah jantung akibat berbagai  perubahan hormonal metabolic neurologi dan hemodinamik yang terjadi pada obesitas . Penanganan terhadap hipertensi pada obesitas adalah meliputi usaha  menurunkan berat badan dan penggunaan obat anti hipertensi. Penyekat EKA angiotensin reseptor bloker kalsium antagonis dan alfa bloker merupakan obat anti hipertensi yang dapat diberikan pada keadaan ini . Diuretik dan beta bloker walaupun memiliki efektifitas yang baik untuk mengontrol tekanan darah tetapi memiliki beberapa efek yang kurang mnguntungkan pada obesitas .

Apa yang menyebabkan hal itu terjadi ..?

Penyebab Obesitas dan Hipertensi
Penyebab terjadinya obesitas adalah ketidak seimbangan antara asupan dan pembakaran kalori .Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:
a.Genetik
Obesitas cenderung diturunkan / sehingga diduga memiliki penyebab genetik //. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen / tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup / yang bias
mendorong terjadinya obesitas //. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik / memberikan pengaruh sebesar 33 % / terhadap berat badan seseorang //.

b.Lingkungan
Lingkungan dalam hal ini termasuk perilaku/pola gaya hidup. Misalnya: apa yang di makan dan berapa kali seseorang makan, serta bagaimana aktivitasnya.

c.Psikis
Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan .

Pada penderita obesitas sedang, masalah medis yang muncul, antara lain:
a.Jantung: tekanan darah tinggi, gagal jantung, penyakit jantung lainnya.
b.Gastrointestinal: batu empedu sensasi perut terbakar yang sering muncul.
c.Endokrin: diabetes lemak tinggi (kolesterol),  menstruasi tidak teratur infertilitas .
d.Pulmonary: gangguan pernapasan saat tidur (apnea)

2.Hipertensi
Istilah tekanan darah berarti tekanan pada pembuluh nadi dari peredaran darah sistemik di dalam tubuh manusia . Tekanan darah dibedakan antara tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah pada waktu jantung menguncup. Adapun tekanan darah diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengendor kembali. (Lany Gunawan, 2001). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memberikan batasan tekanan darah normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama atau di atas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. (Sofia Dewi & Digi Familia, 2010)

Setiap usia dan jenis kelamin memiliki batas masing-masing. Kategori hipertensi menurut batasan usia adalah sebagai berikut:
a.Pria usia < 45 tahun, dinyatakan menderita hipertensi bila tekanan darah pada waktu berbaring > 130/90 mmHg.
b.Pria usia > 45 tahun, dinyatakan hipertensi bila tekanan darahnya > 145/95 mmHg.
c.Pada wanita tekanan darah > 160/95 mmHg, dinyatakan hipertensi.

Manifestasi klinik pada penderita hipertensi adalah sebagai berikut:
Pada pemeriksaan fisik, mungkin tidak dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah tinggi, tetapi dapat pula ditemukan perubahan pada retina, seperti perdarahan, eksudat (kumpulan cairan), penyempitan pembuluh darah, dan pada kasus berat, edema pupil (edema pada diskusoptikus).
Individu yang menderita hipertensi kadang tidak menampakkan gejala sampai bertahun-tahun. Gejala, bila ada, menunjukkan adanya kerusakan vaskuler, dengan manifestasi yang khas sesuai sistem organ yang divaskularisasi oleh pembuluh darah bersangkutan. (Suzanne C. Smeltzer dan Brenda G. Bare, 2001)

SOMAN merupakan herbal yang sangat baik untuk segela macam penyakit. Lalu apa peranan soman dalam mengatasi obesitas dan hipertensi ..?

Adapun manfaat dari Jamu Tetes Soman 1:
1. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Mampu meningkatkan proses regenerasi sel.
3. Mampu mengoptimalkan metabolisme tubuh.
4. Melancarkan sirkulasi darah.
5. Mengangkut nutrisi dan oksigen keseluruh tubuh.
6. Membantu mengatasi mata rabun.
7. Membantu penderita jantung koroner.
8. Membantu penderita gejala stroke.
9. Membantu permasalahan pada ginjal.

Berapa dosis yang harus  di konsumsi untuk mengatasi hal tersebut..?
10 tetes 3x sehari

Bagaimana jika kita konsumsi produk soman dengan pengobatan lain bolehkah ..?
Bisa diminum dengan obat medis asal diberi waktu jeda 2 jam. Kalau dengan jamu Herbal lainnya bisa 1 jam saja.

Saran dari pak Gordon agar mitra sehat yang ingin mencoba soman semakin percaya dengan herbal ini ..?
Energinya TinggI, Mudah di bawa- bawa, Ada pabriknya di Gorontalo, Dari segi legalitas yang harus diperhatikan supplement terregistrasi di BPOM, ada sertifikat MUI, sudah uji kandungan. Soman malah sudah ada ISO 9001-2008 untuk Management Produknya serta uji klinis di UGM. (NA)