Penyebab Ginjal Bocor Pada Anak

Oleh : Sutar,S.Farm
Konsultan Produk PT.SOMAN INDONESIA

Mitra sehat, Ketika orang tua mendengar anak mereka memiliki penyakit ginjal, mungkin banyak dari para orang tua bertanya-tanya apa yang bisa mereka lakukan untuk segera mengobatinya. Dalam kebanyakan kasus yang terjadi tidak ada yang tahu bagaimana anak mereka bisa mengalami penyakit ginjal, berfokus pada apa yang dapat mereka lakukan sekarang seperti mendapatkan perawatan yang tepat, mengikuti saran dari dokter, dan bekerja sama dengan tim medis kesehatan anak anda dan mempelajari semua hal mengenai penyakit ini, adalah cara terbaik yang dapat anda lakukan untuk membantu anak anda setelah didiagnosis. Tapi bagaimana juga dengan melakukan pengobatan secara alami , mungkin SOMAN bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk anda. Kita akan bahas kali ini dengan Product Advisor PT.Soman Indonesia Sutar,S.Farm dengan pembahasan “Penyebab Ginjal Bocor Pada Anak.”

Apa sebenarnya fungsi ginjal ..?
Ginjal adalah organ tubuh yang terletak dekat bagian tengah punggung, tepat di bawah tulang rusuk. Sama seperti bagian tubuh lainnya, fungsi ginjal pun tak kalah penting. Ginjal terdiri dari satu pasang organ, yaitu ginjal kiri dan ginjal kanan. Tiap ginjal berukuran sekitar 10-12 cm atau sebesar kepalan tangan, dan mengandung sekitar satu juta nefron, yaitu saringan darah yang sangat kecil. Terdapat berbagai fungsi ginjal yang memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh.
•    Menyaring darah.
•    Menyaring dan membuang limbah seperti racun, garam berlebih, dan urea (limbah mengandung nitrogen yang diproduksi saat metabolisme sel selesai).
•    Memantau dan mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh, serta memastikan bahwa jaringan tubuh menerima air yang cukup agar dapat bekerja dengan baik.
•    Mengatur tekanan darah dan tingkat garam dalam darah.
•    Mengatur sel darah merah
•    Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah dan cairan tubuh
•    Menjaga konsentrasi mineral, seperti natrium, kalium, dan fosfor dalam darah.
•    Menghasilkan bentuk aktif dari vitamin D yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan untuk keseimbangan zat kimia dalam tubuh.

Mengapa ginjal anak bisa bermasalah ..?
Gejala ginjal bermasalah mungkin cukup sulit dideteksi secara kasat mata karena seringkali dianggap sebagai gejala penyakit biasa. Barulah pada saat merasakan gejala yang cukup parah, penderita diperiksakan dan kemudian diketahui bahwa ginjalnya bermasalah. Beberapa penyebab ginjal bermasalah adalah kalau pada anak biasanya karena belum terbentuknya organ ginjal secara sempurna, sehingga harus hati-hati dalam pemberian multivitamin atau obat-obatan pada anak karena jika terlalu sering dapat menyebabkan kebocoran ginjal bahkan kematian, karena sulit untuk dikeluarkan lewat urine. Sedangkan pada orang dewasa penyebab kerusakan ginjal penyebabnya bisa hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes atau kencing manis, dan penyumbatan pada saluran kencing.

Bagaimana dengan penyebab ginjal bocor pada anak?
Karena ginjal anak belum sempurna, sehingga proses penyaringan sampah di bagian glomerulus berbeda dengan orang dewasa. Ketika ada protein (Albumin) yang melewati penyaringan tersebut dan keluar bersama urine, disitulah awal mula terjadi kebocoran. Karena pada dasarnya senyawa tubuh yang bermolekul tinggi seperti protein albumin tidak untuk dikeluarkan melainkan sangat dibutuhkan tubuh untuk pengikatan air. Maknanya kenapa orang yang mengalami kebocoran pada ginjal sering menderita pembengkakan pada sebagian anggota tubuh.

Bagaimana dengan gejalanya pada penyakit ini , apakah sama dengan gejala ginjal bocor pada orang dewasa..?
Berikut ini adalah gejala yang umumnya muncul akibat penyakit ginjal, antara lain:
•    Adanya protein pada urine
•    Mual dan muntah
•    Dehidrasi
•    Sakit perut dan sedikit nyeri pinggang belakang
•    Tekanan darah tinggi
•    Kebingungan
•    Penimbunan cairan di beberapa bagian tubuh atau edema

Faktor resiko jika seorang anak punya masalah dengan ginjal bocor ?
Faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit ginjal
•    Glumerulosklerosis (ginjal memiliki bekas luka)
•    Glomerulonefritis (peradangan dalam ginjal)
•    Infeksi, seperti virus HIV dan hepatitis
•    Lupus
•    Anemia sel sabit
•    Obat-obat tertentu. Contoh obat-obatan yang dapat menyebabkan sindrom nefrotik termasuk obat anti-inflammatory drugs dan obat yang digunakan untuk melawan infeksi. dll

Bagaimana dengan pola makan anak , apakah menjadi salah satu penyebab terjadinya ginjal bocor..?
Makanan mempengaruhi fungsi ginjal, ketika anak kerap mengkonsumsi makanan atau jajanan yang tidak bernutrisi akan meninggalkan sampah pada tubuh sehingga ginjal akan bekerja keras dalam membersihkannya lambat laun akan mengalami kerusakan ginjal seperti ginjal bocor, batu ginjal bahkan sampai ke gagal ginjal. Berikut makanan yang harus dihindari bagi penderita ginjal atau mau menjaga kesehatan ginjal.
•    Daging
•    Minuman berkarbonasi/cola
•    Garam
•    Kafein
•    Sarden
•    Pemanis dan pewarna buatan
•    Olahan susu
•    Batasi Cairan masuk

Kalau seperti itu bagaimana pola makan yang baik untuk ginjal bocor pada anak ..?
Berbagai penyakit ginjal dapat datang dengan berbagai sebab seperti pola hidup khususnya dalam hal asupan makanan yang dikonsumsi sehari – hari. Untuk membantu pengobatan, makanan bagi penderita ginjal juga harus diseleksi atau dipilih. Inilah makanan yang cocok bagi penderita penyakit ginjal:
•    Apel. 1 Apel ukuran sedang termasuk kulit mengandung = 0 natrium, 158 mg kalium, fosfor 10 mg.
•    Anggur Merah. 1/2 Cangkir (±110 gr) Mengandung 1 mg sodium, 88 mg potassium, 4 mg fosfor
•    Buah Ceri. 1/2 Cangkir (±110 gr) = 0 mg sodium, 160 mg potassium, 15 mg fosfor.
•    Bawang Putih. 1 Siung bawang putih mengandung = 1 mg sodium, 12 mg potassium, 4 mg fosfor.
•    Kecambah/Touge
•    Ikan. 85 Gram salmon mengandung = 50 mg sodium, 368 mg potassium, 274 mg fosfor. Dll

Lalu bagaimana sebagai orang tua menyikapi seorang anak yang mempunyai penyakit ginjal bocor.? Bagaimana dengan perawatannya..?
Perawatan difokuskan untuk mencegah dan memperlambat agar penyakit tidak berkembang serta meredakan rasa sakit. Selain itu, pengobatan juga bertujuan untuk mengurangi risiko munculnya penyakit lainnya yang terkait. Kita sebagai orang tua, selain mengawai makanan sang anak, wajib juga melakukan tindakan medis dalam pengobatan penyakit ginjal jika memang sudah parah.
•    Perubahan Gaya Hidup
•    Menjaga Tekanan Darah
•    Mengurangi Kadar Kolesterol
•    Pengobatan Pembengkakan (Udema)
•    Konsumsi Suplemen Zat besi dan Vitamin D
•    Pengobatan untuk Gagal Ginjal: Cuci Darah atau Transplantasi

Perlukah mengontrol rutine anak ..? sebaiknya berapa kali dalam satu bulan?
Sebuah pepatah mengatakan, mencegah sakit lebih baik daripada mengobati. Namun, pepatah sakti ini nyaris diabaikan. Kita terbiasa pergi ke dokter hanya ketika sakit. Di sisi lain, menjaga kesehatan ternyata tidak cukup hanya lewat olahraga, makan bergizi seimbang, dan istirahat cukup.
Medical check up (MCU) sendiri adalah pemeriksaan yang harus dilakukan secara berkala. Patokannya, seperti yang disarankan para ahli, yakni dua kali setahun.

Seperti apa pencegahan penyakit ginjal bocor pada anak ..?
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Dan ketika Anda bisa merawat ginjal Anda sejak dari awal, maka resiko gagal ginjal atau penyakit ginjal lainnya bisa ditekan.
•    Mengurangi asupan garam
•    Minum banyak air setiap hari
•    Jangan menahan buang air kecil
•    Makan dengan benar
•    Minum-minuman yang sehat
•    Hindari mengkonsumsi obat kimia berlebihan
•    Perhatikan konsumsi suplemen dan multivitamin

Bagaimana dengan manfaat SOMAN untuk penyakit ginjal bocor pada anak ..?
Terapi untuk komplikasi ini adalah dengan memperbaiki kinerja glomerulus dan membantu kinerja ginjal serta mengelurakan racun dengan sifat diuretiknya. Soman memiliki sifat diuretic sehingga mampu membantu kinerja ginjal, mengeluarkan racun dari tubuh serta membantu regenerasi sel-sel ginjal sehingga mengoptimalkan kesehatan ginjal.
Dari berbagai jurnal ilmiah, seledri yang menjadi salah satu bahan baku Soman memliki sifat diuretik sehingga bisa dijadikan terapi penunjang dalam kasus cuci darah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan perlakuan ekstrak daun seledri, objek yang diujikan mengalami diuresis, tanpa menimbulkan kebocoran protein bermolekul tinggi pada daerah glomerulusnya. Sifat diuresis pada seledri dihasilkan karena mekanisme kerjanya yang dapat menghambat reabsorbsi Na+, K+ dan Cl- sehingga terjadi peningkatan elektrolit di tubulus terjadilah diuresis.

Amankah SOMAN ini untuk anak-anak jika di minum dalam jangka panjang?
Sangat aman. Bahkan asam amino serta omega 3,6,9 yang terkandung dalam Soman bisa membantu dalam pertumbuhan serta perkembangan anak.
TIPS dari Mas Sutar untuk hidup sehat berkualitas untuk anak dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak ..?
•    Konsumsilah buah dan sayur 80% sedangkan nasi dan ikan cukup 20%
•    Minum air secukupnya dengan mengalikan (0,03×Berat Badan)
•    Istirahat yang cukup 6-8 jam/hari
•    Olahraga yang teratur tiap harinya
•    Penuhi nutrisi tubuh dari kebaikan Soman
•    Jangan lupa bahagia (NA)