Kenapa Diabetes Sering Menyebabkan Gagal Ginjal ?

Oleh : Ir.Gordon Djemat,AKP
Akupunturist & Penyuluh Kesehatan PT.SOMAN INDONESIA

Mitra sehat ,Diabetes mellitus, biasanya disebut diabetes, adalah penyakit di mana tubuh Anda tidak membuat cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Insulin adalah hormon yang mengatur jumlah gula dalam darah Anda. Tingkat gula darah yang tinggi dapat menyebabkan masalah pada banyak bagian tubuh Anda. Salah satunya ginjal . Ginjal adalah salah satu organ terpenting di dalam tubuh , yang bisa saja menjadi rusak karena penyakit diabetes. Untuk itu kita akan bahas , mengapa diabetes sering menyebabkan gagal ginjal , dan kita juga akan bahas bagaimana cara pencegahan penyakit ini , dengan Bapak Gordon Djemat,AKP seorang akupunturist dan seorang penyuluh kesehatan PT.SOMAN INDONESIA.

Apa bedanya diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2?
Diabetes melitus itu di tandai dengan naik nya kadar gula dalam darah . Insulin adalah hormon yang di gunakan tubuh untuk mengurangi kadar gula dalam darah. Diabetes tipe 1 itu di akibatkan karena pankreas tidak bisa menghasilkan insulin. Diabetes Tipe ke 2 itu karena kondisi dengan istilah Resistan Insulin . Masalahnya dengan kondisi ini , pankreas masih akan terlihat baik baik saja . Tapi karena darah menolak insulin dan menjadi kebal terhadap insulin yang di hasilkan pankreas , maka pankreas akan menghasilkan lebih banyak insulin dan akhirnya pankreas akan kelelahan dan tidak bisa memproduksi insulin lagi. Saat pankreas tidak bisa bekerja lagi , maka orang tersebut secara otomatis akan mengalami Diabetes tipe 1 karena secara teknis tubuh anda sekarang memerlukan insulin yang gagal di produksi oleh pankreas. Jadi penyandang diabetes 1 bisa di berikan injeksi insulin yang berkala . Namun diabetes tipe 2 harus melakukan pengelolaan kadar gula darah .

Apa pengaruh diabetes terhadap ginjal ..?
Karena diabetes pembuluh darah kecil dalam tubuh terluka. Ketika pembuluh darah di ginjal terluka ginjal tidak dapat membersihkan darah Anda dengan benar.  Tubuh Anda akan mempertahankan lebih banyak air dan garam dari yang seharusnya dan ini dapat mengakibatkan kenaikan berat badan serta bengkak pada pergelangan kaki. Akan terdapat protein dalam urin anda dan limbah akan menumpuk dalam darah Anda. Diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf dalam tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih Anda. Tekanan yang dihasilkan dari kandung kemih yang penuh dapat melukai ginjal.  Jika urin tetap berada dalam kandung kemih untuk waktu yang lama. Anda dapat mengembangkan infeksi dari pesatnya pertumbuhan bakteri dalam urin yang memiliki tingkat gula tinggi.

Berapa banyak pasien diabetes yang terkenal gagal ginjal ..?
Sekitar 30 persen pasien dengan diabetes tipe 1 dan 10-40 persen dari mereka dengan diabetes tipe 2 pada akhirnya akan menderita gagal ginjal.

Apa tanda awal penyakit ginjal , pada pasien diabetes…?
Tanda awal penyakit ginjal diabetik adalah peningkatan ekskresi albumin dalam urin (albumin adalah plasma protein tubuh yang jumlahnya bisa mencapai separuh dari total protein tubuh). Ini hadir jauh sebelum tes biasa dilakukan pada klinik dokter anda sehingga sangat penting bagi Anda untuk melakukan tes ini secara tahunan. Berat badan dan bengkak  di pergelangan kaki juga dapat terjadi.  Anda akan lebih sering buang air kecil di malam hari danTekanan darah Anda mungkin terlalu tinggi .
Sebagai orang dengan diabetes, Anda harus memeriksa darah, urin, dan tekanan darah setidaknya sekali setahun. Hal ini akan berdampak pada kontrol yang lebih baik terhadap penyakit dan memungkinkannya dilakukan pengobatan dini tekanan darah tinggi serta penyakit ginjal. Mempertahankan kontrol diabetes Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit ginjal berat.

Apa sebenarnya yang terjadi jika ginjal rusak ..?
Pertama dokter perlu mengetahui apakah benar diabetes Anda yang telah menyebabkan cedera pada ginjal karena penyakit lain pun dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
Ginjal Anda akan bekerja lebih baik dan bertahan lebih lama jika Anda:
•    Mengontrol diabetes Anda
•    Mengontrol tekanan darah tinggi
•    Mendapatkan pengobatan untuk infeksi saluran kemih
•    Memperbaiki masalah dalam sistem kemih Anda
•    Menghindari obat-obatan yang dapat merusak ginjal (terutama obat nyeri yang dijual bebas)
Jika tidak ada masalah lain yang ditemukan dokter akan mencoba untuk menjaga ginjal Anda bekerja selama mungkin . Penggunaan obat tekanan darah tinggi yang disebut inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE) telah menunjukkan dapat membantu memperlambat hilangnya fungsi ginjal.

Bagaiaman caranya ginjal tetap bekerja selama mungkin..?
Biasanya Dokter ginjal, disebut nefrologis akan merencanakan perawatan Anda dengan Anda, keluarga, dan ahli gizi Anda.
Dua hal yang perlu diingat untuk menjaga ginjal Anda sehat adalah:
a.    mengontrol tekanan darah tinggi dalam hubungannya dengan inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE).
b.    mengikuti diet diabetes ginjal Anda, Membatasi protein dalam diet Anda juga mungkin bisa membantu . Anda dan ahli gizi Anda dapat merencanakan diet bersama-sama.

Apa tahap akhir dari gagal ginjal , pada pasien dengan diabetes..?
Tahap akhir gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu mendukung tubuh Anda dalam keadaan cukup sehat hingga diperlukan hemodialisis atau transplantasi . Hal ini terjadi / ketika ginjal Anda hanya berfungsi 10 sampai 15 persen saja.

Bagaimana mengobati gagal ginjal pada pasien penderita diabetes…?
Tiga jenis pengobatan dapat digunakan saat gagal ginjal terjadi:
1.    Transplantasi ginjal,Transplantasi (cangkok) ginjal adalah proses pencangkokan ginjal ke dalam tubuh seseorang melalui tindakan pembedahan. Ginjal baru bersama ginjal lama yang fungsinya sudah memburuk akan bekerja bersama-sama untuk mengeluarkan sampah metabolisme dari dalam tubuh .
2.    Hemodialisis,.(Hemodialisis adalah sebuah terapi medis Kata ini berasal dari kata hemo yang berarti darah dan dialisis yang berarti dipisahkan. Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi Penggganti Ginjal yang digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi gingjal baik akut maupun kronik. Prinsip dasar dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi pada ginjal buatan dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Hemodialisis dapat dikerjakan untuk sementara waktu (misalnya pada Gagal Ginjal Akut) atau dapat pula untuk seumur hidup (misalnya pada Gagal Ginjal Kronik).
3.    Dialisis peritoneal .(Peritoneal Dialysis merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang fungsinya sama dengan hemodialisa, tetapi dengan metode yang berbeda. Peritoneal dialisis adalah metode cuci darah dengan bantuan membran peritoneum (selaput rongga perut) jadi darah tidak perlu dikeluarkan dari tubuh untuk dibersihkan dan disaring oleh mesin dialisis.)

Dapatkah pasien dengan diabetes mendapatkan transplantasi ginjal..?
Jawabnya adalah Ya. Setelah Anda mendapatkan ginjal baru anda mungkin memerlukan dosis insulin yang lebih tinggi. Nafsu makan Anda akan meningkat sehingga ginjal baru Anda akan memecah insulin lebih baik. Anda akan menggunakan steroid (Anabolic Steroid adalah tiruan sintetis dari hormon testosteron. Hal ini telah banyak menjadi bahan perdebatan dengan informasi yang masih simpang siur. Baik atlit maupun binaraga telah banyak yang terseret arus obat  yang disangka dapat meningkatkan ukuran massa otot kekuatan dan stamina ini). untuk menjaga tubuh Anda dari menolak ginjal baru. Jika ginjal baru Anda gagal perawatan hemodialisis dapat dimulai sementara Anda menunggu ginjal lain.

Bagaimana dengan tranplantasi pankreas.?
Terkadang mungkin untuk melakukan transplantasi pankreas bersamaan dengan transplantasi ginjal . Dokter Anda dapat menyarankan Anda tentang kemungkinan ini .

Apakah penderita diabetes harus konsumsi obat-obatan diabetes seumur hidupnya ..?
Dari segi medis sampai sekarang Diabetes tidak dapat disembuhkan tapi harus di kendalikan.

Berapa dosis SOMAN yang harus di konsumsi oleh penderita diabetes yang sudah komplikasi banyak penyakit..?
10 tetes 3x sehari

TIPS dari pak Gordon agar penyakit ini bisa di hindari dan di cegah seperti apa ..?
Tips Mencegah dan Memperlambat Kerusakan Ginjal

Berikut adalah 4 tips yang bisa dilakukan untuk mencegah dan memperlambat kerusakan ginjal:
1. Obat Tekanan Darah
Para ilmuwan telah membuat kemajuan besar dalam pengembangan metode yang memperlambat onset dan progres penyakit ginjal pada penderita diabetes .Obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal secara signifikan . Dua jenis obat, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin receptor blocker (ARB) telah terbukti efektif dalam memperlambat perkembangan penyakit ginjal . Beberapa orang mungkin memerlukan dua atau lebih obat / untuk mengontrol tekanan darah mereka. Selain penghambat ACE atau ARB dan obat diuretik juga dapat berguna. Beta blockers calcium channel blockers dan obat-obatan tekanan darah lainnya mungkin diperlukan juga .Contoh dari ACE inhibitor efektif adalah lisinopril (Prinivil, Zestril). Dokter biasanya memberikan resep ini untuk mengobati penyakit ginjal yang terjadi karena diabetes .Selain untuk menurunkan tekanan darah lisinopril juga dapat melindungi glomerulus ginjal sedangkan ACE inhibitor berfungsi menurunkan proteinuria dan memperlambat penurunan fungsi ginjal . Contoh dari ARB efektif adalah losartan (Cozaar), yang berguna untuk melindungi fungsi ginjal dan menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular .

2. Diet Rendah Protein
Pada penderita diabetes dan gagal ginjal konsumsi protein yang berlebihan akan berbahaya. Para ahli merekomendasikan penderita gagal ginjal harus mengonsumsi protein sesuai dengan diet yang direkomendasikan dan sebaiknya menghindari diet tinggi protein. Untuk orang dengan fungsi ginjal yang sudah sangat berkurang diet rendah protein dapat membantu menunda gagal ginjal. Namun siapapun yang melakukan diet rendah protein harus berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memastikan nutrisi yang cukup.

3. Manajemen Intensif Glukosa Darah
Obat anti hipertensi dan diet rendah protein dapat memperlambat munculnya CKD (Chronic Kidney Disease) . Alternatif pengobatan ketiga dikenal sebagai manajemen intensif glukosa darah atau kontrol glikemik. Metode ini cukup menjanjikan bagi penderita diabetes terutama bagi mereka yang berada pada tahap awal CKD (Chronic Kidney Disease) . Tubuh manusia yang normal akan mengkonversi makanan menjadi glukosa gula sederhana yang merupakan sumber utama energi untuk sel-sel tubuh .Untuk masuk ke dalam sel glukosa memerlukan bantuan insulin hormon yang diproduksi oleh pankreas . Ketika seseorang tidak cukup memproduksi insulin atau tubuh tidak merespon insulin yang ada maka tubuh tidak dapat memproses glukosa sehingga akan menumpuk dalam aliran darah . Tingginya kadar glukosa akan mengakibatkan terjadinya diabetes . Manajemen intensif glukosa darah adalah pengobatan yang bertujuan untuk menjaga kadar glukosa darah mendekati normal . Hal ini mencakup cek glukosa darah secara rutin  menggunakan insulin berdasarkan asupan makanan dan aktivitas fisik mengikuti diet melakukan aktivitas fisik dan berkonsultasi dengan tim perawatan kesehatan secara teratur Beberapa orang menggunakan pompa insulin untuk mensuplai insulin sepanjang hari . Sejumlah penelitian telah menunjukkan efek menguntungkan pengelolaan intensif glukosa darah. Penelitian yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir telah menetapkan bahwa program apapun yang berfungsi dalam menurunkan kadar glukosa darah akan bermanfaat bagi pasien yang berada pada tahap awal CKD (Chronic Kidney Disease).

4. Dialisis dan Transplantasi
Penderita diabetes yang mengalami gagal ginjal harus menjalani dialisis atau bisa saja melakukan transplantasi ginjal .Pada tahun 1970-an dokter umumnya enggan merekomendasikan penderita diabetes untuk melakukan dialisis maupun transplantasi karena mereka merasa kerusakan yang disebabkan oleh diabetes akan mengurangi manfaat dari perawatan ini . Saat ini karena kontrol dan tingkat ketahanan hidup yang lebih baik setelah pengobatan diabetes dokter tidak lagi ragu untuk menawarkan dialisis maupun transplantasi ginjal bagi penderita diabetes .Saat ini tingkat harapan hidup transplantasi ginjal yang dilakukan pada penderita diabetes hasilnya sama dengan tingkat harapan hidup transplantasi ginjal pada orang tanpa diabetes . (NA)