Bahaya Migrain Untuk Seorang Wanita

Oleh : Ir.Gordon Djemat,AKP
Akupunturist & Penyuluh Kesehatan PT.SOMAN INDONESIA

Mitra sehat, Penyakit Migrain lebih sering diidap wanita dibandingkan pria. Menurut hasil penelitian WHO, dari total populasi manusia berusia 18-65 tahun yang melaporkan pernah mengalami sakit kepala, sekitar 30 persen merupakan sakit kepala migrain.

Pada sebagian orang, serangan migrain dapat muncul hanya beberapa kali dalam setahun. Akan tetapi, pada penderita lainnya, migrain dapat muncul hingga beberapa kali dalam seminggu. Pada kasus tertentu, nyeri dapat muncul di kedua sisi kepala dan bahkan menyerang leher penderita.

Untuk itu kita akan bahas lebih lanjut lagi soal “Bahaya Migrain untuk seorang wanita” yang akan di bahas oleh narasumber kita Ir.Gordon Djemad, AKP

Apa itu penyakit migrain  ..?
Pengidap migrain umumnya merasakan sakit kepala hebat di bagian depan atau satu sisi kepala. Beberapa orang hanya sesekali terserang migrain. Bahkan ada yang hanya mengalami migrain satu-dua kali dalam beberapa tahun. Namun ada juga pengidap yang merasakan kondisi ini hingga beberapa kali seminggu.
Penyakit yang umumnya bermula di usia dewasa muda  ini lebih sering diidap wanita dibanding pria. Migrain diperkirakan menyerang 1 dari 5 wanita dan 1 dari 15 pria. Menurut hasil penelitian WHO, sekitar 10% dari kasus sakit kepala yang diderita orang dewasa berumur 18-65 tahun disebabkan oleh migrain.

Apa penyebab dari penyakit migrain ini ..?
Penyebab Migrain
Meski penyebab dasar migrain belum diketahui dengan pasti, ada beberapa faktor risiko yang dikira dapat memicu terjadinya serangan migrain. Aktivitas temporer yang tidak normal dalam otak berdampak pada pembuluh darah, sinyal saraf, dan zat kimia dalam otak.

Serotonin merupakan zat kimia dalam otak yang mengelola rasa sakit dalam sistem saraf.
a.    Ketidakseimbangan serotonin juga diduga memicu terjadinya migrain.
b.    Faktor genetis dan lingkungan juga bisa membuat Anda lebih berisiko mengalami migrain.

Beberapa hal berikut ini diduga menjadi pemicu migrain:
1.    Kecenderungan genetis
Migrain bisa diturunkan dalam keluarga. Sekitar setengah pengidap migrain memiliki anggota keluarga dekat yang juga mengalami migrain. Meski demikian bukan berarti seluruh anggota akan terkena gangguan ini.

2.    Perubahan hormon pada wanita
Fluktuasi kadar hormon pada penderita wanita berkaitan erat dengan migrain. Sebagian wanita terserang migrain di masa menstruasi. Kondisi ini dikenal dengan migrain menstruasi. Kadar hormon estrogen yang turun tepat sebelum penderita wanita menjalani masa menstruasi diduga menjadi penyebab migrain. Wanita dapat mengalami migrain / menstruasi sejak dua hari sebelum hingga tiga hari setelah hari pertama menstruasi . Menopause juga bisa menjadi pemicu migrain. Namun ada sebagian wanita pengidap migrain merasa penyakit ini justru membaik setelah mereka menopause.

3.    Pemicu pola  makan dan bahan makanan
Berikut hal-hal yang berhubungan dengan pola makan yang dapat memicu migrain yaitu: minuman keras, zat tiramin pada makanan, produk mengandung kafein (teh dan kopi), makanan-makanan tertentu seperti cokelat, buah jeruk, dan keju, jadwal makan yang tidak teratur, kondisi dehidrasi.

4.    Pemicu dari lingkungan sekitar
Faktor lingkungan juga dapat menjadi pemicu seseorang terserang penyakit ini:
•    Merokok (atau ruangan yang penuh asap rokok)
•    Bau yang tajam
•    Cahaya terang
•    Udara pengap
•    Layar yang berkedip, seperti TV atau layar computer
•    Bunyi-bunyi bising
•    Perubahan iklim, seperti perubahan kelembapan atau suhu sangat dingin

5.    Pemicu emosional diri sendiri
Migrain dapat dipicu hal-hal emosional seperti: kecemasan, stres, ketegangan, terguncang, depresi, kegirangan.

Bagaimana dengan gejala-gejala yang memang biasanya di rasakan pada penderita migraine ..?
Gejala Migrain, Pengidap migrain merasakan sakit di kepala dalam bentuk denyutan kuat yang memburuk tiap kali mereka bergerak. Sakit kepalaumumnya terasa pada bagian depan atau salah satu sisi kepala. Rasa sakit juga dapat terjadi pada kedua sisi kepala, wajah, atau leher. Denyutan yang dirasakan dapat begitu hebat sehingga membuat Anda tidak mampu beraktivitas normal.

Proses Terjadinya Migrain
Meski tidak semua pengidap migrain merasakan semuanya, tapi empat tahap berikut ini bersifat umum:
1.    Tahap sebelum sakit kepala atau disebut ‘prodormal’: perubahan mood, kelakukan dan napsu makan.
2.    Aura: biasanya mengalami masalah kesehatan seperti kilatan cahaya yang terjadi hingga sejam.
3.    Sakit kepala: sakit kepala hebat pada salah satu bagian kepala, biasanya diiringi sensitifitas terhadap cahaya dan suara, mual, muntah. Tahap ini terjadi selama kurang lebih 72 jam.
4.    Resolusi: saat semua gejala berangsur mereda.

Gejala-gejala yang Menyertai Migrain
Gejala-gejala migrain memakan waktu dari empat jam hingga tiga hari untuk benar-benar menghilang. Ini bisa menyebabkan penderita merasa lelah selama sepekan setelah terserang migrain.
Selain sakit kepala, berikut ini adalah gejala-gejala lain yang sering muncul bersamaan atau mendahului sakit kepala migrain:
•    Anda mungkin akan merasa mual, diikuti dengan muntah.
•    Kurang konsentrasi.
•    Merasa sangat kedinginan atau sangat kepanasan hingga berkeringat.
•    Sakit perut (kadang-kadang menyebabkan diare).
Menjadi terlalu peka terhadap cahaya, dan bahkan suara. Ini
•    sebabnya kebanyakan pengidap migrain ingin istirahat di ruangan tenang dan gelap.

Tidak semua orang merasakan gejala-gejala di atas saat mereka terserang migrain. Gejala-gejala ini juga tidak selalu terjadi secara bersamaan. Dalam beberapa kasus, pengidap dapat merasakan gejala ini tanpa merasakan sakit kepala migrain.

Mengapa lebih banyak seorang wanita yang terkena penyakit ini di banding pria ..?
Berbicara mengenai migrain, tahukah anda bahwa ternyata migrain lebih banyak menyerang wainita? Salah satu hasil penelitian yang dikutip dari everydayhealth.com menunjukkan bahwa dari seluruh penderita migrain yang ada di Amerika, 75 persen merupakan wanita. Dan hal ini juga diyakini oleh beberapa ahli yang lain.

Lalu, mengapa migrain lebih banyak menyerang wanita? Masih dikutip dari sumber yang sama, hal ini ternyata tidak dapat dipisahkan dari pengaruh hormon yang sebagian besar terdapat dalam tubuh wanita. Ya, hormon estergen merupakan hormon yang berperan untuk mengatur rasa sakit pada seseorang.

Selain itu, migrain juga lebih banyak diderita oleh wanita yang masih dikategorikan sebagai wanita usia produktif yakni 20-40 tahun. Kebayang kan Ladies, saat sibuk-sibuknya migrain melanda. Pasti akan sangat mengganggu bila tidak segera ditangani.

Pada wanita, migrain ini akan sering dijumpai saat wanita berada pada siklus menstruasinya. Para ahli telah membuktikan bahwa hormon esterogen memiliki kemampuan untuk mengontrol bahan-bahan kimiawi ke otak sehingga yang menyebabkan meningkatnya sensitifitas terghadap rasa sakit.

Kapan kita harus mewaspadai penyakit migrain  ini ..?
Waspada  terhadap migrain:
•    Reaksi alergi
•    Fisik atau stres emosional
•    Perubahan pola tidur
•    Merokok atau terpapar asap
•    Makan berlebih
•    Alkohol
•    Fluktuasi siklus menstruasi, pil KB, hormon fluktuasi selama transisi menopause
•    Ketegangan sakit kepala
•    Makanan yang mengandung tyramine (anggur merah, keju yang dilayukan, ikan asap, hati ayam, buah ara, dan beberapa kacang-kacangan), monosodium glutamat (MSG) atau nitrat (seperti daging, hot dog, dan salami)
•    Makanan lain seperti cokelat, kacang, selai kacang, alpukat, pisang, jeruk, bawang, produk susu, dan makanan yang difermentasi atau acar.
Beberapa studi telah menemukan bahwa migraine juga dipicu oleh perubahan cuaca. Satu studi mencatat 62% dari subyek menganggap adalah faktor cuaca, tetapi hanya 51% yang sensitif terhadap perubahan cuaca. Di antara orang-orang yang migrain terjadi selama perubahan cuaca, subjek sering memilih perubahan cuaca lebih dari  data cuaca yang sebenarnya tercatat. Paling mungkin memicu migrain adalah, secara berurut:
•    Suhu dan kelembaban. Kelembaban yang tinggi ditambah suhu tinggi atau rendah adalah penyebab terbesar.
•    Perubahan cuaca yang signifikan
•    Perubahan tekanan udara

Sebenarnya bagaimana proses terjadinya migrain ..? adakah tahapan-tahapannya ..?
FAKTOR PEMICU MIGRAINE
•    Faktor Emosional , yang termasuk faktor pemicu emosional adalah :
o    Tekanan
o    Kegelisahan
o    Ketegangan
o    Syok
o    Depresi atau stress
o    Kegembiraan berlebihan

•    Makanan.
o    Beberapa migrain tampaknya dipicu oleh makanan tertentu. Penggunaan alkohol, terutama bir dan anggur merah, keju tua, coklat, aspartam, terlalu sering menggunakan kafein; monosodium glutamat - bahan utama dalam beberapa makanan Asia; makanan asin, dan makanan olahan.
o    Melewatkan makan atau puasa juga bisa memicu serangan migrain.

•    Faktor Fisik, Pemicu fisik meliputi:
o    Kelelahan, termasuk aktivitas seksual yang berlebih
o    Frekuensi tidur yang kurang
o    Ketegangan leher atau bahu
o    Rendah kadar gula darah
o    Menopause juga dapat memicu migrain

•    Faktor Lingkungan, Pemicu lingkungan meliputi:
o    Terang lampu yang berlebihan
o    Kerlipan layar, seperti layar televisi atau komputer
o    Merokok (atau kamar berasap)
o    Suara keras
o    Perubahan iklim, seperti perubahan kelembaban atau suhu yang sangat dingin
o    Aroma atau Bau yang tidak biasa - termasuk aroma menyenangkan, seperti parfum, dan bau yang tidak menyenangkan, seperti thinner cat suasana pengap

•    Obat-obat, Beberapa obat dapat memicu migrain, termasuk:
o    Beberapa jenis obat tidur
o    Pil kontrasepsi terapi penggantian hormon (HRT), yang kadang-kadang digunakan untuk mengobati menopause

Apakah penyakit ini bisa muncul komplikasi ..?jika iya , komplikasi apa itu ..?

Komplikasi Migrain
Risiko Mengidap Stroke Iskemik bagi Penderita Migrain
Tidak begitu jelas bagaimana migrain terkait dengan stroke iskemik. Namun penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan orang yang tidak mengidap migrain, para penderita penyakit ini, terutama migrain dengan aura, dua kali lebih berisiko mengidap stroke iskemik. Stroke istemik disebabkan oleh terhalangnya aliran darah ke otak akibat penggumpalan darah atau lemak di dalam pembuluh darah.

Wanita pengidap migrain dengan aura sebaiknya berkonsultasi kepada dokter jika akan mengonsumsi pil KB. Risiko stroke istemik meningkat pada wanita pengguna kombinasi pil KB yang juga pengidap migrain dengan aura. Dokter pada umumnya menyarankan agar kelompok wanita ini tidak mengonsumsi pil tersebut dan sebaliknya memberikan kontrasepsi alternatif.

Sebaliknya wanita pengidap migrain tanpa aura yang mengonsumsi pil KB tidak mengalami kenaikan risiko apapun. Risiko baru akan muncul jika penderita wanita itu juga mengidap tekanan darah tinggi atau memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung.

Apakah efek bahaya nya jika migrain ini terus dialami oleh seorang wanita ..?
Masalah Terkait Kesehatan Mental Pasien
Selain stroke, migrain juga dikaitkan dengan adanya sedikit peningkatan risiko kesehatan mental seperti: depresi, gangguan rasa cemas, gangguan bipolar, serta gangguan panik.

Bagaimana pencegahan akan penyakit migrain ini ..? bisakah di cegah .
Pencegahan Migrain
Migrain tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi Anda dapat mengurangi frekuensi terkena serangan migrain semaksimal mungkin. Caranya adalah dengan mengenali kondisi-kondisi yang dapat memicu terjadinya migrain pada diri Anda. Selain itu juga terdapat langkah-langkah pengobatan sebagai tindakan lebih lanjut dalam mengantisipasi kegagalan pada cara pertama.

Mencatat Pemicu Migrain
Jika Anda merasakan migrain saat mengalami stres atau setelah mengonsumsi makanan tertentu, berarti stres atau makanan tersebut adalah pemicu migrain Anda. Mengenali dan menghindari hal-hal yang dapat memicu penyakit ini adalah cara terbaik dalam menangani migrain.

Identifikasi akan lebih mudah dilakukan jika Anda mencatat tiap detail serangan migrain yang Anda alami seperti jam dan tanggalnya, jika ada gejala aura sebelum sakit kepala, gejala apa saja yang terjadi seiring dengan sakit kepala dan berapa lama serangan terjadi. Anda dapat menggunakan fasilitas buku harian online migrain di sini.

Mengonsumsi Suplemen dan Obat-obatan
Jika dengan menghindari faktor-faktor pemicu migrain tetap kurang berhasil, ada obat-obatan yang dapat dikonsumsi untuk membantu mencegah terjadinya serangan migrain. Sebelum mengkonsumsi obat-obat ini sebagai langkah pencegahan, konsultasikanlah dengan dokter terlebih dahulu.

Pengobatan apa saja yang memang bisa di lakukan jika migrain terjadi secara tiba-tiba..?
Pengobatan Migrain
Pilihan Menanggulangi Serangan Migrain
Meski migrain tidak dapat disembuhkan, tapi frekuensi dan rasa sakit yang dirasakan dapat diringankan. Terdapat cara-cara yang berbeda bagi tiap orang dalam menangani migrain. Beberapa merasa lebih baik dengan mengonsumsi obat tertentu, sementara yang lain memilih berbaring dalam kamar gelap.

Anda barangkali perlu mencoba beberapa cara berbeda sebelum menemukan langkah paling tepat menangani penyakit ini. Strategi penanganan tergantung pada frekuensi,  tingkat keparahan migrain, dan kondisi kesehatan Anda, termasuk situasi khusus seperti pada wanita hamil dan menyusui.

Banyak orang merasa nyaman mengonsumsi kombinasi obat-obatan pereda rasa sakit dan anti-mual yang dijual bebas di pasaran, namun sebaiknya Anda mengonsultasikannya kepada dokter. Disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan anti-mual dan pereda sakit secara terpisah agar Anda dapat membatasi dosis dari masing-masing obat.

Obat pereda rasa sakit
Rasa sakit pada migrain stadium sedang dapat diringankan dengan obat yang dijual bebas seperti aspirin, paracetamol, atau obat-obatan anti-inflamasi (NSAIDs) seperti ibuprofen. Acetaminofen juga dapat meringankan gejala pada beberapa orang. Selain itu, ada juga obat yang merupakan kombinasi dari acetaminophen, aspirin, dan kafein yang efektif dalam mengobati migrain.

Obat-obatan tersebut sebaiknya dikonsumsi saat gejala migrain pertama kali terasa agar obat terserap ke dalam pembuluh darah sehingga meredakan sakit. Jenis yang paling mudah diserap tubuh adalah yang berupa tablet yang dilarutkan dalam air. Tablet larut tersebut juga tepat dikonsumsi pengidap yang mual dan tidak bisa menelan pil. Pada kasus ini, penderita juga dapat menggunakan kapsul suppositories yang dimasukkan melalui anus.

Sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:
•    Aspirin dan ibuprofen tidak direkomendasikan untuk orang dewasa yang pernah memiliki masalah kesehatan pada perut seperti sakit maag, masalah ginjal atau hati. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, obat ini justru dapat memperburuk maag dan mengakibatkan pendarahan saluran pencernaan.
•    Pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan setiap kali akan mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas.
•    Waspadai efek-samping sakit kepala akibat mengonsumsi obat pereda sakit. Terlalu sering mengonsumsi obat-obatan ini justru dapat membuat migrain memburuk.
•    Jika obat-obatan yang dijual bebas dirasa tidak efektif, atau jika Anda terus menerus membutuhkan obat pereda rasa sakit, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter.
Dokter akan menyarankan penghentian konsumsi obat jika dia memperkirakan bahwa penggunaannya justru membuat sakit kepala Anda memburuk. Jika tidak, dokter mungkin akan memberikan resep pereda rasa sakit dalam dosis lebih tinggi atau yang dikombinasi dengan triptan. Selengkapnya akan dijelaskan di bawah ini.

Apakah dengan minum SOMAN memiliki manfaat yang sangat baik untuk penyakit ini ..?berapa dosis yang harus di konsumsi ..
SOMAN - Sozo Formula Manggata terbuat dari 39 macam buah-buahan ditambah umbi manggata, kiwi, buah merah dan buah naga merah dan lain-lain ditambahkan dengan biakanbakteri. SOMAN diproses selama 9 - 12 bulan dengan menggunakan Biotechnology Modern. Dengan pengolahan yang sangat teliti, senyawa-senyawa aktif akan dipecah menjadi senyawa bebas atau free agent yang siap bekerja menghasilkan efek farmakologi. Molekul-Molekul besar dari masing-masing komposisi menjadi molekul yang lebih sederhana sehingga SOMAN dapat langsung diabsorbsi/diserap dengan sempurna. Berbeda dengan kita mengkonsumsi makanan apapun, SOMAN masuk ke dalam tubuh langsung dapat dicerna tanpa melalui proses enzimatis dan pencernaan yang panjang.(NA)