Obesitas Ancam Anak !

Mitra sehat, mungkin anda tahu  Bocah 10 tahun asal Karawang yang menderita obesitas atau kelebihan berat badan, Saat ini berat Arya 186 kg. Sebelum diet beratnya mencapai 190 kg.

*) Ariana Dewi, S.Gz & Tatu Ratna sari, S.Farm Apt
Product Consultant Pt Soman Indonesia & Product Advisor Pt. Harvest Gorontalo Indonesia

Arya menjadi 'selebritis' di media nasional selama 2 bulan terakhir ini. Badannya yang super besar menjadi daya tarik media nasional di Indonesia untuk menyorotnya. Masalah OBESSITAS PADA ANAK harus segera  kita waspadai. Untuk itu , bagaimana cara mewaspadainya..? dan bagaimana pola makan yang baik untuk anak-anak agar terhindar dari obesitas..? Untuk itu kita akan tanyakan kepada Ariana Dewi,S.Gz & Tatu Ratna Sari,S.Farm Apt.

Q: Ariana Dewi S.Gz

Apa itu obesitas?
Obesitas ini berarti memiliki terlalu banyak lemak tubuh. Ini lebih dari sekadar masalah ukuran baju atau penampilan saja. Kondisi ini bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan kita. Seluruh bagian tubuh merasakan efeknya—mulai dari persendian, sampai jantung, tekanan darah, gula darah, dan sistem tubuh lainnya. Sel-sel lemak yang berlebihan dapat menimbulkan inflamasi dan memproduksi beragam hormon sehingga meningkatkan kemungkinan Anda mengalami penyakit kronis. Bagi orang dewasa, para ahli biasanya mendefinisikan obesitas berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Untuk mengukur IMT diperlukan ukuran berat badan dan tinggi badan. Berat yang normal adalah jika indeks massa tubuhnya berada pada kisaran 18,5 – 24,9; berat badan berlebih jika indeksnya 25 – 29,5; dikatakan obesitas jika indeksnya di atas 30

Apa penyebab obesitas pada anak?
•    Faktor Genetik
Obesitas cenderung terjadi dalam keluarga, atau secara keturunan. Jika salah satu orang tua memiliki berat badan berlebihan, maka sang anak juga memiliki resiko besar mengalami hal serupa. Memang tidak pasti, namun kecenderungan tersebut ada dan sering tampak dalam kehidupan dan lingkungan kita sehari-hari. Sebuah penelitian mengatakan bahwa jika ibu biologis mengalami obesitas, maka keturunannya memiliki peluang 75% mengalami obesitas juga.
•    Faktor Usia
Semakin tua, kemampuan tubuh seseorang untuk memetabolisme makanan akan melambat, sehingga tubuh tidak membutuhkan terlalu banyak kalori untuk mengontrol berat badannya.
•    Faktor Gender
Wanita cenderung mudah mengalami obesitas dibandingkan pria. Hal tersebut disebabkan karena pria memiliki tingkat metabolisme lebih tinggi daripada wanita, bahkan ketika beristirahat/tidur. Itu artinya pria membutuhkan lebih banyak kalori untuk tubuhnya. Sebagai tambahan, ketika wanita memasuki masa menopause tingkat metabolismenya semakin menurun. Karena itu cukup banyak wanita yang menjadi lebih gemuk setelah menopause.
•    Aktivitas Fisik
Seseorang yang aktif secara fisik membutuhkan lebih banyak kalori daripada orang yang kurang aktif. Orang yang setiap harinya selalu aktif secara fisik akan membakar lebih banyak kalori, dan bahkan akan menggunakan lemak tubuh sebagai energi jika kalori dalam tubuhnya tidak mencukupi.

Bagaimana gejala-gejala  yang terjadi jika anak memiliki obesitas?
Gejala obesitas yaitu adanya penimbunan lemak tubuh secara berlebihan, jika lemak tidak di bakar dengan beraktifitas maka timbunan lemak akan menumpuk. Gejala obesitas pada  menunjukkan adanya suatu faktor penurunan kualitas hidup yang menjadi lebih rendah.  Gejala pada anak biasanya sulit tidur, mendengkur, sering ngantuk dan lelah.

Apakah faktor lingkungan menjadi peranan penting dalam hal ini?
Faktor Lingkungan juga dapat mempengaruhi Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga memegang pengaruh besar terhadap obesitas. Faktor lingkungan meliputi pola hidup atau kebiasaan sehari-hari, seperti apa yang dia konsumsi atau seberapa aktif seseorang pada setiap harinya.

Mengapa kita sebagai orangtua kita harus mewaspadai obesitas pada anak? Apa efek terburuk jika anak kita obesitas?
Yang perlu diketahui, berat badan anak yang tidak ideal berat badannya  bisa memiliki dampak kurang baik bagi anak ,Misalnya saja pada bayi dan balita, perkembangan motorik akan tertinggal. "Biasanya pada usia 3-4 bulan bayi sudah bisa tengkurap sendiri. Kalau bobotnya kelebihan, kemungkinan baru bisa dilakukannya di usia 5-6 bulan, Kegemukan pada anak juga bisa berdampak pada fungsi suatu organ tubuh. Gemuk itu berarti penumpukan lemak. Nah, tergantung penumpukan itu terjadi di mana. Organ-organ tubuh yang terganggu dengan gumpalan lemak itu, fungsinya pun akan terganggu. Obesitas juga memberikan beban tambahan pada tulang, sendi, dan organ tubuh, membuat mereka bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Memiliki terlalu banyak lemak juga meningkatkan tekanan darah dan kolesterol sehingga bisa saja memicu penyakit jantung maupun stroke di kemudian hari.

Apakah memerlukan diet ? diet apa yang bisa dilakukan untuk anak yang mengalami obesitas?
Lebih tepatnya kita harus memonitor  jumlah makanannya, dan di sesuaikan dengan umur dan aktifitas , Caranya dengan memberikan susunan makanan sehat secara seimbang, awasi kebiasaan makannya, jangan berikan makanan yang kandungan lemaknya tinggi seperti gorengan. Pilih daging yang tidak berlemak. Lalu berikan banyak sayur dan buah setiap makan,  jadi ada pembinaan pola makan untuk pertumbuhan dan kesehatan si anak, , apakah mencukupi atau berlebihan. Karna Makan dalam jumlah banyak dari waktu ke waktu sebetulnya tdk selalu akan membuat balita gemuk. Gemuk atau tidaknya tergantung pada aktifitas sehari2. Memonitor jumlah makanan sesuai umur dan member aktifitas sesuai, merupakan upaya agar anak tidak mengalami obesitas

Berapa berat badan seorang anak yang ideal? Tergantung dari usia dan tinggi bdan kah?
Berat badan anak disesuaikan dengan usia, misalnya Anak usia, 0-6 bln skitar 6 kilo, 1-3 th sekitar 12 kilo, anak usia 10th pr sekitar 25 kilo, anak laki2 usia 10th sekitar 35kilo. Anak Wanita usia 10-12th sekitar 37kilo.

Apa olahraga yang pas untuk seorang anak yang mengalami obesitas?
Disesuaikan dengan usia dan kemapuan si anak. Misalnya usia di bawah 10 th bisa di ajarkan jogging, bersepeda santai, tujuannya berolahraga namun tetap dalam situasi yang fun agar anak selalu merasa nyaman.

Apa penyakit yang akan mengintai  jika si anak mengalami obesitas?
•    Sistem Imun yang terganggu  , Obesitas akan meningkatkan resiko inflamasi. Inflamasi akan mempengaruhi otak sehingga suasana hati akan lebih mudah berubah dan akan mempengaruhi nafsu makan.
•    Gangguan pernapasan, Anak yang mengalami obesitas lebih beresiko mengalami gangguan pernapasan. Anak lebih suka mendengkur dan mudah lelah sehingga lebih mudah tidur di siang hari.

Apakah obesitas akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak?
Otot merupakan penyokong yang kuat untuk pertumbuhan tulang anak. Nah ini  hubungannya dengan anak-anak obesitas. Hal itu karena lemak yang berlebih dapat tersimpan di dalam otot yang memiliki efek pada pertumbuhan tulang anak. disarankan agar semua anak menjalani gaya hidup sehat dan melalui diet yang tepat dengan berolahraga, untuk mencegah obesitas saat masa pertumbuhannya. Hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar pituitari di dalam otak kita. Hormon pertumbuhan akan mempengaruhi tinggi badan, membantu membangun otot dan tulang, disamping juga mempengaruhi metabolisme. Para peneliti menemukan bahwa kadar hormon pertumbuhan pada orang yang mengalami obesitas lebih rendah daripada orang yang memiliki berat badan normal.

Bagaimana mencegah hal ini agar tidak terjadi pada anak kita?
Dengan cara mengontrol asupan anak sehari2, agar intake yang masuk sesuai dengan aktifitas fisik anak, lebih banyak beri asupan buah dan sayur, agar kebutuhan seratnya pun terpenuhi, dan biasakan juga anak kita untuk rutin minum air putih, dan juga ditambah dengan konsumsi soman karna soman memiliki kandungan yang lengkap untuk membantu melengkapi nutrisi pada anak.

Sebagai  ahli gizi, apakah mb Riana bisa memberikan pola makan anak sesuai menu seimbang?
Kesehatan anak dan gizi anak merupakan aspek yang sangat penting dalam tumbuh kembangnya, asupan nutrisi harus lengkap dan seimbang agar kesehatan anak terjaga dengan baik dan pertumbuhannya pun akan optimal. Gizi semakin dipandang sebagai faktor penentu yang penting dalam upaya mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit.
Setiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda dan mempunyai fungsi berbeda pula. Berikut beberapa kandungan gizi dan fungsinya yang sangat baik sebagai acuan menu seimbang pada anak,
•    Karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber tenaga. Contohnya nasi, sagu, jagung, dan singkong.
•    Protein berfungsi untuk membantu pertumbuhan, baik otak maupun tubuh (protein nabati : tumbuhan kacang-kacangan, protein hewani : daging ikan, telur).
•    Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energy seperti terdapat pada daging sapi, susu, yoghurt, dan alpukat.
•    Vitamin berfungsi mengatur metabolism serta melidungi sel dari kerusakan. Berasal dari misalnya buah-buahan.
•    Mineral (fosfor, kalsium, natrium, dll) berfungsi untuk pembentukan jaringan tubuh dan pengendali proses-proses fisiologik. Misalnya berasal dari susu, kacang-kacangan, mentega, garam, dll

Q : Tatu Ratna Aari, S.Farm Apt

Bagaimana dengan peranan SOMAN dalam mengatasi obesitas pada anak ..?
Soman mengandung serat yang cukup untuk membantu menahan kenyang lebih lama, sehingga anak tersebut dapat di kontrol asupan makanan nya. Selain itu, Soman membantu membakar lemak dan merubahnya menjadi energi sehingga bobot lemak nya secara perlahan akan turun dan meningkatkan energy untuk aktivitas sehari-hari.

Apakah aman jika di konsumsi terus menerus untuk anak-anak ..?
Soman aman di konsumsi karena terbuat dari bahan alam sehingga tidak menimbulkan ketergantungan ataupun efek jangka panjang. Soman justru sangat baik untuk anak-anak, selain untuk mengatasi obesitas soman juga mengandung multivitamin yang baik untuk tumbuh kembang anak. Soman juga mengandung EPA dan DHA yang dapat membantu perkembangan otak dari anak.

Kandungan apa di dalam SOMAN yang membantu dalam penyembuhan obesitas pada anak ..?
Soman mengandung asam amino untuk membantu menurunkan berat badan, seperti asam amino sistein yang dapat menurunkan rasa lapar sehingga asupan makanan dapat di kontrol. Selain itu, soman juga mengandung asam amino L-karnitin dan L-glutamin yang berperan dalam membakar lemak menjadi energi.  Soman juga mengandung serat yang dapat menahan kenyang lebih lama dan mencukupi kebutuhan serat pasien obesitas.

Berapa dosis SOMAN yang memang di perlukan untuk mengatasi obesitas pada anak..?
Untuk dosis soman bisa di mulai dengan 5 tetes 3 kali sehari 1 jam sebelum makan. Setelah penggunaan 1-2 minggu, bisa di konsultasikan kembali apakah ada perubahan pada anak tsb. Penggunaan soman pada anak tsb di evaluasi setiap satu bulan, apabila tidak ada perubahan, dosis nya bisa di tingkatkan menjadi 7-10 tetes 3 kali sehari.

Perlukah menggunakan terapi lainnya dalam mengatasi obesitas pada anak ..? terapi apa itu..?
Untuk terapi tidak diperlukan terapi khusus untuk penderita obesitas. Akan tetapi perlu penanganan yang tepat agar penurunan berat badan tidak berdampak buruk pada pasien tersebut. Penanganan nya dapat dimulai dengan mengatur pola makan, menambahkan aktivitas fisik pada anak tetapi tidak berlebihan dan motivasi atau dukungan dari orang tua agar anak merasa nyaman dalam menjalani program penurunan berat badan yang di lakukan. Tidak lupa tentunya konsumsi soman secara teratur agar penurunan berat badan tersebut berjalan maksimal.

Bisanya akan terlihat penyembuhannya setelah memakai berapa lama..?
Respon setiap orang tentunya berbeda karena metabolisme dari setiap orang juga berbeda. Namun untuk proses pemulihan kesehatan, minimal pengobatan yang dilakukan berjalan selama 6 bulan. Setelah 6 bulan akan dapat di evaluasi apakah soman memberikan efek terhadap pasien tersebut atau tidak. Perlu  di ketahui bahwa dalam menurunkan berat badan tidak boleh secara instan. Penurunan berat badan haruslah secara bertahap, karena proses penurunan berat badan yang instan akan membuat tubuh dapat kembali menjadi gemuk secara cepat pula.

Mengapa soman terbuat dari 39 bahan alam ..? apakah dari 39 bahan itu ada kontra indikasinya ..?
39 bahan alam dalam soman merupakan bahan alam yang telah teruji secara empiris memiliki khasiat beraneka ragam. 39 bahan alam yang terdiri atas buah, sayur dan rempah terpilih ini bekerja secara sinergis untuk dapat membantu proses pemulihan suatu penyakit agar berjalan lebih cepat. Tidak ada kontraindikasi dalam 39 bahan alam tersebut.

Siapa produsen SOMAN .. ?
Produsen dari Soman atau Sozo Formula Manggata Satu adalah PT. Harvest Gorontalo Indonesia yang terletak di gorontalo. PT. Harvest Gorontalo Indonesia (PT. HGI) telah mendapatkan serifikat ISO 9001:2008 untuk quality system management nya. Tentu nya PT. HGI di dukung oleh SDM yang berkompeten di bidang nya masing-masing. Selain itu, dalam proses pengolahan Soman, PT. HGI telah mengacu pada Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOTB) yang sudah sesuai standar dari BPOM.

Menurut mba tatu apa yang bisa di lakukan orang tua untuk menjaga pertumbuhan berat badan anak agar normal dan tidak menjadi obesitas..?
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tidak memanjakan anak dengan makan makanan siap saji. Para orang tua sebaiknya memasak sendiri makanan untuk anak tersebut agar dapat dijamin kualitas bahan dan proses pembuatan nya. Orang tua perlu mengatur pola makan anak tersebut dengan mengatur porsi masing-masing bahan makanan yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan anak tersebut, kemudian membantu agar anak tersebut dapat berolahraga untuk membantu pembakaran lemak agar berjalan maksimal. (NA)