Apakah anak bisa stres..?

Mitra sehat , apakah Anak Anda sering sakit atau rewel? Sakit pada anak tak melulu disebabkan oleh virus dan bakteri, bisa saja ia sebenarnya mengalami stress. Tak seperti orang dewasa, anak seringkali tak bisa mengutarakan isi hatinya dengan mudah. Jika ia merasa tertekan, seringkali dilampiaskan pada perilaku atau gejala-gejala yang tidak menyenangkan. Sering sakit, mudah menangis, rewel atau kebiasaan menggigit kuku dan tantrum bisa jadi salah satu sinyal kalau anak Anda tertekan.

*) Ariana dewi S.Gz dan Sutar, S.Farm
Product Consultan Pt. Soman Indonesia & Product Advisor Pt.HGI

Sebagai orang tua, tak sulit untuk mengatasi permasalahan ini. Poin pentingnya adalah Anda tak boleh ikutan stres dan harus tetap tenang. Tingkat stres pada anak juga bisa meningkat jika melihat Anda tertekan dan panik. Kalau begitu bagaimana anak anda bisa stress?, dan bagaimana cara mengenalinya langsung..?

Q : Ariana dewi S.Gz

Apa itu stress ?
Stress ialah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain. Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.

Apakah seorang anak bisa stres? Mengapa?
Dalam bayangan kita kalau dunia anak-anak adalah dunia menyenangkan dan penuh keceriaan. Namun, ternyata anak bisa juga stres. Siapa sangka anak yang sepertinya tidak memiliki hal-hal yang perlu dipikirkan juga bisa stres. Pada masa tertentu, ada kalanya anak akan merasa stres. Stres ini  merupakan bagian dari perkembangan anak karena mengalaminya akan menimbulkan koneksi baru dalam otak anak.

Apa saja penyebab dari stress pada anak ?

•    Terlalu Sibuk
Terlalu banyak aktivitas dengan sedikit waktu untuk bermain dan bersantai merupakan penyebab umum stres pada anak. Les-les yang padat usai sekolah dan berbagai kegiatan lainnya yang menuntut konsentrasi tinggi juga bisa menjadi pemicunya. Ingat-ingat kembali apakah anak pernah mengeluh dengan keadaan ini atau ia menunjukkan sikap tidak suka pada kegiatannya. Sebagai orang tua yang bijak, usahakanlah Anak tetap merasa senang dan tidak terbebani dengan ambisi-ambisi orang tua.

•    Kejadian-kejadian Nyata
Tayangan atau berita di televisi yang menyeramkan bisa memicu ketakutan dalam diri anak. Cerita-cerita seram atau menyaksikan kejadian yang mengerikan bisa membuat anak tertekan. Hal-hal tersebut jika tidak segera diatasi bisa menimbulkan trauma jangka panjang.

•    Trauma
Perceraian orang tua, kecelakan atau kematian merupakan hal-hal yang berpotensi memicu timbulnya stres pada anak. Seringkali anak tak bisa mengungkapkan perasaannya sehingga rasa stresnya dimunculkan dalam perilaku-perilaku lain yang tidak menyenangkan.

•    Masalah dengan Teman
Untuk anak yang sudah bersekolah atau memiliki teman bermain, stres karena teman seringkali terjadi. Tekanan-tekanan dari teman, bullying, atau penolakan dari teman bisa membuat rasa percaya dirinya jatuh dan memicu stres dengan cepat.

•    Sekolah
Nilai, pekerjaan rumah, kritik dari guru dan teman juga bisa menjadi salah satu faktor stres pada anak. Sikap orang tua yang terlalu mempermasalahkan nilai anak di sekolah juga bisa membuatnya tertekan. Seringkali anak menjadi sakit-sakitan akibat stres pada sekolah.

•    Ekspektasi yang Berlebihan
Orang tua kerap tak menyadari kalau mereka melampiaskan obsesi terpendamnya pada anak. Les piano, melukis, atau ingin anaknya tampak sangat berprestasi merupakan pemicu paling umum stres pada anak. Seringkali juga anak tidak diberi kesempatan untuk memilih atau bahkan protes jika ia tidak setuju dengan pilihan orang tuanya.

Adakah faktor pendukung yang menyebabkan anak stres?
•    Tuntutan akademis yang tdk tercapai
•    Hubungan anak dengan orangtua, Orang tua yang terlalu sibuk atau kurang memberi perhatian kepada anak, atau sikapnya kasar dan suka menyalahkan anak, bisa mengakibatkan adanya rasa kecewa pada diri anak. Ia merasa tak mendapatkan pemenuhan kebutuhan ingin diperhatikan, disayang, dan dicintai oleh orang tuanya. Hal ini bisa menyebabkan stres pada anak.
•    Penyakit yang diderita anak.
•    Penyakit yang berkepanjangan dan tidak sembuh-sembuh menyebabkan anak harus selalu berkunjung ke dokter atau menjalani terapi berulang-ulang juga bisa menjadi pemicu stres pada anak.
•    Keadaan lingkungan yang tidak nyaman, Misalnya: rumah yang kotor, suara-suara bising dan memekakkan telinga dalam durasi panjang, udara yang panas dan gerah, ruangan yang gelap, dll.

Bagaimana cara kita (orangtua mengenali) gejala stress pada anak ?
Gejala stress pada anak tidak mudah dikenali. Anda harus memperhatikan kondisi anak agar Anda bisa menanganinya sedini mungkin. Berikut ini adalah beberapa cara Mengenali Gejala Stres Pada Anak.
•    Gejala fisik, Gejala-gejala fisik yang menyertai stress, antara lain mengompol, susah tidur, nafsu makan menurun, sakit perut, gagap, mimpi buruk, dan sakit kepala.
•    Gejala emosional, Ditandai dengan rasa bosan, takut, menangis, tidak ada keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah atau dirumah, marah, sering berbohong, bersikap kasar kepada teman, bereaksi secara berlebihan terhadap hal-hal kecil dan kemesorotan prestasi akademis.
•    Gejala kognitif, Gejala ini ditunjukkan melalui ketidakmampuan berkonsentrasi atau menyelesaikan pekerjaa sekolah dan suka menyendiri dalam waktu yang lama.
•    Gejala perilaku, Berupa ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi, menunjukkan sikap keras kepala, temperamen yang tidak stabil, perubahan pola tidur, dan munculnya kebiasaan baru, seperti mengisap ibu jari, memilin rambut atau mencubit-cubit hidung.

Biasanya usia berapa anak mulai mengalami stres??
Trauma bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Trauma dan gejala yang dialami pun berbeda-beda sesuai usianya. Trauma yang terjadi pada balita bisa berbeda dengan trauma yang dialami oleh batita. Walaupun biasanya anak-anak belum bisa mengatakan bahwa itu merupakan suatu tanda trauma, namun prilaku mereka akan menunjukan trauma terhadap sesuatu. Misalnya saja, jika anak trauma terhadap api maka si kecil pun akan merasa takut atau cemas jika berada di dekat api atau melihat api.

Bisakah kita sebagai orgtua meminimalisir terjadinya sress pada anak?
•    Jadilah pendengar yang baik. Ada kalanya anak hanya butuh didengarkan. Bahkan jika mereka melakukan kesalahan, berusahalah menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu. Berikan saran dan solusi hanya jika anak memintanya. Hindari sikap menyalahkan, menuduh, menggurui, atau membeberkan kesalahan-kesalahan anak tanpa memberi solusi.
•    mendengarkan keluh kesah anak dan membuat mereka merasa didengarkan dan dimengerti. Cobalah mendapatkan cerita utuh dengan memancing anak dengan pertanyaan, “Lalu, apa yang terjadi?” Jangan mendesak anak jika mereka tidak mau melanjutkan cerita.
•    Tunjukkan empati. Tunjukkan Anda memahami apa yang dirasakan anak. Berikan ekspresi dengan kalimat yang menunjukkan empati seperti “itu pasti membuatmu sedih” atau “pantas kamu kecewa saat mereka tak mengajakmu bermain.” Anak perlu merasakan kehadiran Anda sebagai pendukung setia mereka.

Bagaimana cara kita sebagai orgtua agar bisa menghadapi anak yang stress?
Pastikan Anda selalu ada untuk anak. Ada tipe anak yang tidak suka mengungkapkan kegelisahan. Tak masalah. Yang terpenting anak tahu Anda akan selalu ada dan siap membantu kapan pun dibutuhkan. Bahkan jika anak tak mau bicara sepatah kata pun tentang persoalan mereka, cobalah mengajak mereka melakukan kegiatan menyenangkan seperti menonton film, makan di restoran favorit, atau masaklah makanan kesukaan mereka agar suasana hati mereka lebih baik.

Apakah hal ini membahayakan? Apakah resikonya jika ini dibiarkan?
Akibatnya terjadi perubahan neuroendokrin tubuh sehingga sistem imun menurun dan anak jadi mudah sakit-sakitan karena pengalaman buruk pada anak bisa mempengaruhi kesehatannya secara holistik. jika anak  tidak bisa mengorganisir stresnya maka akan menyebabkan gangguan perkembangan awal otak yang berpengaruh pada fungsi sistem saraf dan kekebalan tubuh. Stres di masa kanak-kanak bisa menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari termasuk depresi, sakit jantung, gangguan makan, dan penyakit kronis lain.

Jika sering terjadi apakah akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak?
Stres bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak nantinya. Meliisa Bright selaku ketua studi di University of Florida’s Institute of Child Health Policy mengatakan bahwa anak-anak yang memiliki banyak pengalaman buruk berisiko tinggi mengalami gangguan mental, fisik, dan penurunan kemampuan belajar.

Tips untuk orangtua dalam pengaturan pola asuh yang seperti apa agar anak terhindar dari stress?
•    Perbaiki pola asuh Anda, Bila selama ini Anda cenderung otoriter atau sebaliknya serba boleh, sebaiknya Anda mengubah pola asuh Anda agar anak Anda tidak merasa terbebani dengan tuntutan yang berlebihan. Sebaliknya, berikan aturan yang jelas, mengapa aturan tersebut diberikan dan konsekuensi apabila peraturan dilanggar.
•    Jangan buat tuntutan yang berlebihan, Orang tua menginginkan anaknya mencapai yang terbaik, tetapi jangan tetapkan target yang tidak dapat dicapai oleh anak. Jangan pula mengritik atau membanding-bandingkan seorang anak dengan orang lain. Terimalah seorang anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
•    Buat kedekatan dengan anak dan komunikasi yang terbuka, Kedekatan orang tua dengan anak akan membantu seorang anak terbuka terhadap orang tua dan leluasa menjadikan orang tua sebagai tempat curhat. Anak dapat menceritakan kejadian yang tidak menyenangkan yang dialaminya saat di sekolah atau di luar rumah. Orang tua, sebagai manusia yang lebih berpengalaman dapat memberikan solusi yang baik untuk anak atau mengambil tindakan yang diperlukan agar kejadian tidak menyenangkan dapat dihindari.
Saran mba riana nutrisi atau gizi yang baik untuk anak agar terhindar dari stress
•    Cokelat
Siapa yang tidak suka dengan cokelat? Hampir semua orang menyukainya. Seperti halnya yoghurt, cokelat juga bisa meningkatkan serotonin dalam otak. Sehingga menimbulkan perasaan bahagia sesudah memakannya.
•    Almond
Almond mengandung vitamin B2, vitamin E, magnesium, dan seng. Vitamin B dan magnesium terlibat dalam produksi serotonin, yang membantu mengatur suasana hati dan mengurangi stress.
•    Ikan
Ikan adalah sumber asam lemak omega-3, selain itu kandungan vitamin B12 dan B6 juga cukup banyak. Kekurangan vitamin B12 ini bisa mengakibatkan perasaan stress dan juga depresi yang cukup tinggi.
•    Brokoli
Brokoli adalah salah satu sayuran super yang sangat baik untuk tubuh. Mengandung kadar antioksidan yang cukup tinggi dan juga asam folat dan vitamin B. Asam folat membantu menghilangkan stress, mengurangi rasa cemas, hingga depresi. Kandungan serat alaminya juga membantu sistem pencernaan tubuh. Dan jgn lupa diberikan Soman dengan dosis yang disesuaikan dengan usia anak.

Q : Sutar,S.Farm

Cara kerja soman dalam membantu keadaan anak yang stress?
Soman dapat mengatur keseimbangan emosi karena mengandung asam amino essensial dan non essensial yang menjadi bahan dasar dari berbagai hormone seperti hormone serotonin, dopamine dan hormone lainnya. Soman mengandung asam amino seperti Serin, Asam glutamate, Histidin, Glisin, Agrinin yang menjadi sumber dasar produksi hormone terutama hormone Dopamin (tirosin) dan serotonin (Thriptofan) sehingga keseimbangan emosi terjaga + Pendekatan kepada Sang Pencipta. Selain itu soman juga mengandung  Omega 3, 6, 9, Asam folat, AHA, DHA, EFA yang berfungsi meningkatkan kinerja otak sehingga selain terhindar dari stress kemampuan anak juga dalam berkonsentrasi dapat dijaga.

Bagaimana dengan terapi Khusus Penanganan stress pada anak?
Selain memberi pendekatan kepada anak, memotivasi anak, tidak memberikan tekanan, berekreasi bersama, memberikan dukungan kepada anak, mengarahkan pada pergaulan yang positif, tidak memberikan contoh buruk, menjaga harmonis keluarga, tidak menuntut ini itu, jaga pola tidur.  Ternyata salah satu penyebab stress yang perlu diwaspadai juga adalah karena makanan. Kurangnya kandungan gizi pada makanan dapat menyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal dan suplai gizi yang diperlukan tubuh tidak tercukupi sehingga dapat menimbulan stres. Begitu juga, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan, karena makanan tersebut memiliki kandungan gula yang berlebih dan minim gizi untuk tubuh. Soman merupakan suplemen dan juga jamu tetes pertama yang dapat membantu penyembuhan penyakit yg mengandung Asam amino, asam lemak, mineral, AHA, DHA, EFA, Vitamin, Antioksidan dan zat penting lain secara komplit untuk tubuh. Sehingga tubuh akan tetap sehat dan penyakit pun terbantu pemulihannya.

Dosis yang dianjurkan untuk anak-anak jika ingin minum soman ?
Untuk anak bawah 5 tahun cukup 3 tetes, anak diatas 5 tahun bisa dimulai 5 tetes untuk menjaga kesehatan dan nutrisi tubuh, 7 tetes untuk membantu pemulihan penyakit.

Amankah soman untuk anak?
Tentu saja Soman sangat aman sekali sudah dilakukan uji toksisitas, dan juga soman terbuat dari bahan herbal alami sehingga tidak menimbulkan ketergantungan dan toksisitas.

Bagaimana dengan Cara Minum Soman?
Teteskan soman dalam setengah/ satu gelas air putih sebelum makan 3x1. Atau bisa juga diteteskan dalam minuman kesukaan anak tapi jangan air panas.

Bisakah Soman diminum dengan Susu?
Boleh sekali karena tidak menimbulkan interaksi dengan makanan dan minuman, tapi jangan pada keadaan panas. Dikhawatirkan enzim baik dalam soman akan terdenaturasi.

Apakah Soman sudah ada Badan POM dan MUI?
Produsen Soman adalah PT HGI. Telah mendapatkan ijin edar produk dari Badan POM dengan nomor TR 083677661. Selain itu telah mendapat sertifikat ISO dan lulus uji kehalalan dari MUI setempat.

Mengapa Anda sangat yakin dengan soman?
Karena Soman menjunjung dua hal utama ini yaitu aman dan berkhasiat. Aman telah terdaftar di badan pom, halal dan mengantongi sertifikat ISO . Kemudian berkhasiat karena soman telah dilakukan uji kandungan laboratorium yang mengandung berbagai vitamin, mineral, asam amino, flavonoid yang dapat membantu penyembuhan penyakit.