Bukan Batuk Biasa, Mari Kenali Gejala TBC

Mitra sehat , Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

*) Gordon Djemad & Putri Karomah, S.Farm ,Apt
 Akupunturis, Penyuluh Kesehatan Pt Soman Indonesia & Product Advisor Pt.HGI

Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan Pencegahan selalu lebih baik dari mengobati. Untuk itu kita akan dengar penjelasan nya dari narasumber kita yaitu, Ir.Gordon Djemad AKP, sebagai penyuluh kesehatan dan juga akupunturist serta Product Advisor dari Pt Harvest Gorontalo Indonesia Mba Putri Karomah S.Farm.,Apt.

Pertanyaan untuk Pak Gordon :

Apa itu TBC / Tubercolosis..?
Tuberculosis (TBC) adalah jenis penyakit yang dapat dengan mudah menular, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada umumnya penyakit ini menyerang alat pernapasan, namun jika semakin parah penyakit ini dapat menyebar ke organ lain bahkan menularkan kepada orang lain.

Bagaimana gejala TBC , apakah selalu batuk berdarah..?
•    Gejala penyakit tbc biasanya diawali Batuk Berdahak, Batuk berdahak yang diderita selama 2 minggu bahkan lebih, dengan diberangi dahak dan darah, dan batuk darah.
•    Demam Tinggi, Ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun dan membuat suhu pada tubuh meningkat.
•    Penurunan Nafsu Makan dan Berat Badan, Ini terjadi karena sistem dalam tubuh terganggu, dan sampai mengakibatkan penderita hilang selera makan.
•    Berkeringat Malam Hari, Berkeringat malam dapat dibarengi dengan demam tinggi, yang mengakibatkan keluar banyak keringan dan juga menggigil.
•    Perubahan Warna Urine, Ini terjadi ketika penyakit sudah menginjak tahap selanjutnya.

Apakah penyakit ini menular..? bagaimana penularannya..?
Penularan TB tidak terjadi semudah penularan flu. Penularan TB biasanya membutuhkan beberapa waktu. Makin lama seseorang terpapar atau berinteraksi dengan penderita TB, risikonya untuk tertular akan makin tinggi juga. Misalnya, anak yang tinggal serumah dengan pengidap TB akan memiliki risiko tinggi untuk tertular.
Risiko penularan TB juga dapat meningkat bagi kelompok-kelompok orang tertentu, antara lain:
•    Orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh.
•    Para petugas medis yang sering berhubungan dengan pengidap.
•    Manula serta anak-anak.
•    Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap diabetes, kanker, HIV, pengidap penyakit ginjal stadium lanjut serta orang yang kekurangan gizi.
•    Para pengguna obat-obatan terlarang.
•    Orang yang kecanduan minuman keras.

Bagaimana cara kita mendiagnosa TBC Paru..? Pemeriksaan apa yang biasanya bisa dilakukan..?
Pada tahap awal, dokter akan memeriksa kondisi fisik Anda untuk mendeteksi apakah ada  pembengkakkan kelenjar getah bening serta menggunakan stetoskop untuk memeriksa paru-paru Anda.
Jika terdapat kemungkinan Anda mengidap TB, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, antara lain:
•    X-ray Atau CT scan Dada
•    Tes Mantoux
•    Pemeriksaan Sampel Dahak
•    Tes Darah

Apakah TBC itu bukan hanya TBC Paru..? tetapi bisa TBC usus dan lainnya..? mengapa..?
Selain paru-paru, bakteri TB juga bisa menyerang tulang, otak, sistem pencernaan, kelenjar getah bening, sistem saluran kemih dan sistem saraf, dan tbc usus.

Pencegahan apa saja yang memang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya TBC..?
Langkah utama dalam pencegahan TB adalah dengan menerima vaksin TB yaitu vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Di Indonesia, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia tiga bulan. Vaksin BCG juga dianjurkan bagi anak-anak, remaja maupun orang dewasa yang belum pernah menerimanya pada waktu bayi.
Pengidap TB dapat menularkan penyakit ini jika belum menjalani pengobatan sepenuhnya. Jika Anda mengidap TB, langkah-langkah berikut akan sangat berguna untuk mencegah penyebarannya kepada keluarga.
•    Tutupi mulut Anda saat bersin, batuk, dan tertawa atau kenakanlah masker.
•    Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya sering membuka pintu dan jendela agar udara segar dapat masuk.
•    Tetaplah di rumah dan jangan tidur sekamar dengan orang lain sampai setidaknya beberapa minggu setelah menjalani pengobatan.

Pertanyaan untuk mba putri :

Pada umunya pengobatan apa saja yang bisa kita lakukan terkait penyakit tbc paru ini ..?

TBC ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis nah pengobatannya dengan antibiotik, untuk pengobatan  TBC ini obat antibiotik dikombinasi mengingat bakteri Mycobacterium tuberculosis punya daya tahan yang kuat sekali sehingga untuk membasmi bakteri ini harus patuh dalam pengobatan, lama pengobatan dari TBC ini juga terbilang cukup lama dari 6 – 9 bulan dimana dalam pengobatan antibiotic terdiri dari 2 fase yaitu :
1. fase insentif  2-3 bulan
2. fase lanjutan 4 – 7 bulan

Dan pengobatan ini tergantung dari respon penyakit terhadap terapi yang diberikan.
Dengan lama pengobatan yang cukup lama maka efek samping dari pengobatan TBC harus diperhatikan, diliat dari tiap obat – obat yang diberikan mempunyai efek samping seperti Pengobatan TB Paru adalah dengan pemberian rangkaian antibiotik, yaitu isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol.

Apakah kita bisa melakukan pengobatan alami sepertinya missal dengan konsumsi SOMAN ..? jika iya. Apa peranan soman di dalamnya..?
Justru kita harus di dukung dengan pengobatan yang alami karena soman terbuat dari 39 buah, sayur dan rempah-rempah, sehingga banyak senyawa fitonutrien  yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, selain itu TBC disebabkan oleh bakteri yang seharusnya jika daya tahan tubuh kita maksimal maka bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh kita tidak menjadi aktif justru sebaliknya saat bakteri masuk kedalam tubuh tidak langsung menjadi aktif melainkan bakteri ini hanya tidur tetapi karena daya tahan tubuh yang melemah maka bakteri ini menjadi aktif sehingga dari itu peran soman juga meningkatkan system imun kita yang fungsinya seperti prajurit-prajurit yang siap tempur jika ada serangan benda asing yang masuk tubuh seperti bakteri atau virus dll, selain itu juga soman mempunyai efek hepatoprotektor alami yang baik untuk hati kita, hepatoprotektor ini berfungsi sebagai zat yang mengatasi kerusakan yang terjadi akibat efek samping dari pengobatan TBC yang menyebabkan kerusakan hati.

Bagaimana cara konsumsi SOMAN jika penderita sakit Tbc..?Saya pernah dengar pengobatan TBC bisa memakan waktu 3 bulan lamanya untuk konsumsi obat-obat2an khusus tbc, nah boleh tidak  di campur dengan SOMAN juga ..? agar pemulihannya lebih cepat.
Pengobatan TBC memakan waktu yang lama 6 – 9 dan pengobatan ini harus patuh dijalankan oleh pasien bahkan saking mengkhawatirkan jika obatnnya lupa, pemerintah membuat suatu program untuk kepatuhan pasien pengidap TBC dan sampai obat-obatnya pun di antarkan sampai ke rumah mengingat efek menularnya dari pengobatan TBC, Pasien dapat mengkonsumsi soman untuk membantu memaksimalkan pengobatan dari TBC sehingga efek pengobatan yang dihasilkan pun sinergi.

Sebagai product advisor dari hgi dan tahu banyak tentang produk soman , apakah anda bisa jelaskan bedanya soman dengan produk lainnya..?
Soman ini merupakan produk kesehatan yang menjawab kebutuhan masyarakan masa kini, diliat dari kemudahaan yang hanya tinggal di tetes, dan juga soman di buat dari bahan alami tanpa penambahan bahan kimia apapun seperti pengawet, pewarna, perasa,,dan juga untuk masyarakat harus pandai dalam memilih produk kesehatan karena banyak produk kesehatan berupa jamu yang suka ditambahkan bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan jamu dibilang cespleng atau cepat berefek, justru itu yang membahayakan.

Selain itu soman aman karena sudah mendapatkan no registrasi dari BPOM dan juga sudah mendapatkan sertifikat halal dan MUI, dan juga mutu dari proses pembuatan soman sangat di jaga sanitasi higienis dan juga di buat oleh personil yang kompeten dan pengalaman dibidangnya masing-masing, selain itu kalau dari khasiat soman pantas dicoba karena banyak pengalaman konsumen yang dibantu penyembuhannya dengan soman

Saran mb putri apa bagi mitra sehat yang memang ingin mencoba soman untuk penyakit tbc..?
Saran saya justru sangat menganjurkan mengkonsumsi soman mengingat penjelasan yang sebelumnya sudah dijelaskan betapa soman pantas di coba, dan dapat dibuktikan sendiri khasiat dari soman.