Apa Hubungan Alergi Dengan Daya Tahan Tubuh

Oleh : Ir.Gordon Djemat,AKP
Penyuluh Kesehatan PT.SOMAN INDONESIA

Mitra Sehat,

Jangan pernah menyepelekan penyakit lingkup alergi dan imunologi. Seluruh tubuh merasa nyeri atau sesak napas. Jangan pula merasa tidak terjadi apa-apa jika tiba-tiba hidung gatal, tersumbat, kulit melepuh serta akhirnya menimbulkan kematian. Itu semua merupa¬kan bagian kecil dari gejala penyakit-penyakit alergi dan imunologi.
Sebenanrnya apakah ada hubungannya alergi dengan daya tahan tubuh, kita akan bahas hari ini dengan Ir Gordon Djemat,Akp penyuluh kesehatan PT SOMAN INDONESIA dan seorang akupunturist.

Apa itu alergi ..?
Alergi berasal dari kata 'allol'  yang berarti berubah . Alergi adalah reaksi daya tahan tubuh yang menyimpang berbeda dari normal dan dapat menimbulkan gejala yang merugikan.

Apa saja yang menjadi penyebab alergi ..?
Alergi ini akan terjadi ketika seseorang terpapar sesuatu yang bisa jadi pemicu terjadinya biduran.

Penyebab alergi:
1.    infeksi,
2.    penggunaan obat-obatan yang tidak cocok,
3.    sengatan serangga,
4.    konsumsi makanan tertentu,
5.    karena faktor cuaca.
6.    Obat kimia penyebab terjadinya biduran contohnya adalah antibiotik seperti penicilin, tetrasiklin, sulfa, penghilang rasa sakit, aspirin dan obat-obatan lainnya yang tidak cocok dengan kondisi tubuh si penderita.
7.    Makanan juga bisa memicu terjadinya penyakit biduran  seperti konsumsi udang, ikan, susu, keju, minuman yang mengandung natrium benzoat sebagai bahan pengawet dan pemberi rasa .
8.    Faktor lingkungan seperti cuaca yang tidak menentu atau udara dingin . Gesekan atau goresan pada kulit akibat penggunaan pakaian atau ikat pinggang yang terlalu ketat  juga bisa memicu timbulnya alergi biduran .

Walaupun penyakit biduran ini tidak terlalu berbahaya dan bisa sembuh sendiri tanpa dilakukan treatmen apa-apa akan tetapi saat alergi ini terjadi rasa gatal yang ditimbulkan sangat hebat dan jika dibiarkan begitu saja pasti akan membuat Anda menderita . Saat alergi biduran terjadi Anda bisa menggunakan obat atau bedak penghilang rasa gatal secukupnya. Untuk mencegah timbulnya penyakit biduran yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih air mineral dan mencari tahu segala hal yang bisa memicu timbulnya alergi ini pada tubuh Anda karena pada setiap penderita alergi pemicu timbulnya alergi bisa berbeda-beda .

Ada berapa macam alergi ..?apakah gejala nya berbeda-beda..?
Macam-macam alergi yang paling sering terjadi pada kita, antara lain :

•    Reaksi Anafilaktik (Shock Anafilaktik),
Merupakan bentuk alergi yang dapat membahayakan nyawa penderita . Biasanya menunjukkan manifestasi gejala yang berat, berupa gatal, kemerahan di kulit, sesak nafas, bengkak pada beberapa bagian tubuh (wajah, lengan, kaki), rasa cemas, gelisah hingga berujung kematian (shock anafilaktik)  bila tidak ditangani segera . Alergi ini muncul sesaat  atau beberapa saat setelah penderita kontak dengan alergen seperti kacang dari pohon (kenari, pistachio, kacang mete), kerang, udang, lobster, ikan, susu dan telur. Adapun sistem tubuh yang terlibat antara lain kulit, pernafasan, kardiovaskuler dan gastrointestinal . 
•    Asma Bronchiale,
Merupakan sindrom klinis dengan ciri-ciri inflamasi (penyempitan) saluran nafas bawah (bronchus dan alveolus paru)  yang bersifat reversibel akibat masuknya alergen ke saluran nafas. Bersifat genetik dan biasanya ditandai oleh adanya wheezing pada fase ekspirasi . Faktor resikonya antara lain adanya riwayat asma dalam keluarga adanya reaksi allergen dengan IgE penyakit pernafasan akibat virus, allergen udara, kegemukan, dll.
•    Urtikaria,
Merupakan suatu kelainan alergi pada kulit  yang berbentuk bentol berwarna merah disertai rasa gatal dengan ukuran diameter yang bervariasi . Sering juga disebut sebagai bidur atau kaligata . Urtikaria dapat tersebar pada berbagai tempat di kulit tubuh . Gejalanya dapat terjadi segera atau beberapa hari setelah kontak dengan bahan penyebab . Sebagian besar urtikaria yang kronik sulit diketahui penyebabnya . Salah satu cara untuk mengetahui pencetus alergi ialah dengan melakukan uji kulit (tes alergi).
•    Angiodema,
Mirip dengan urtikaria yang merupakan gatal-gatal, bekas merah (pembengkakan atau bercak) dari berbagai ukuran / yang tiba-tiba muncul dan menghilang pada kulit .
•    Angiodema
Merupakan jenis bengkak bilur-bilur besar dan melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam terutama dekat bibir dan mata. Dalam kebanyakan kasus tidak berbahaya dan tidak meninggalkan bekas pada kulit setelah sembuh . Dalam kasus pembengkakan dari angioedema dapat menyebabkan tenggorokan atau lidah menghalangi jalan nafas dan menyebabkan kehilangan kesadaran yang dapat mengancam nyawa .
•    Rhinitis Alergika
Reaksi alergi yang melibatkan mukosa hidung, mata, tuba, eustachii, telinga tengah, rongga sinus dan faring. Biasanya ditandai dengan bersin-bersin di pagi hari atau ketika penderita terpajan alergen. Hidung menjadi buntu dan sukar bernafas.
•    Alergi Obat-obatan
Alergi obat merupakan reaksi yang diberikan tubuh secara berlebihan karena konsumsi obat tertentu meski dalam dosis ringan. Hal ini muncul secara tiba-tiba meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami alergi tersebut. Misal, seseorang yang biasa minum parasetamol, pada suatu ketika meminumnya, ia malah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh. Reaksinya bisa terjadi dengan lambat atau cepat. Gejala umum yang terjadi biasanya gatal, bercak kemerahan pada kulit, diare, ganggunan pernafasan seperti pilek, bersin, sesak nafas, mengalami gangguan jantung hingga shock atau hipotensi (tekanan darah rendah).
•    Dermatitis Atopik
Merupakan peradangan pada lapisan atas kulit yang sifatnya kronis atau menahun. Penderita biasanya mengeluh kulitnya terasa gatal dan kering yang tidak sembuh-sembuh atau sering kambuh walaupun sudah diobati. Umumnya mengenai bayi dan anak-anak, namun tidak jarang dialami oleh orang dewasa. Pada orang dewasa biasanya menimbulkan gangguan secara kosmetik dikarenakan kulit yang sering digaruk lama kelamaan akan menimbulkan bercak kehitaman (hiperpigmentasi) sehingga mengganggu penampilan. Kondisi ini biasanya muncul pada penderita yang memiliki kecenderungan atopi atau suatu tendensi gangguan alergi yang diturunkan secara genetik. Jadi penderita yang mengalami dermatitis atopik biasanya memiliki riwayat penyakit asma atau alergi pada kondisi tertentu dalam keluarganya.

Faktor apa saja yang mempengaruhi alergi pada tubuh ..?
1.    Faktor Genetik
2.    Faktor imaturitas usus (usus yang belum matang)
3.    Faktor pencetus (alergan)

Apa hubungan alergi dengan daya tahan tubuh ..?
Akibat yang sering terjadi pada penderita alergi  adalah seringkali mengalami keluhan batuk, pilek dan demam . Seringkali yang lebih utama keadaan batuk pilek yang diderita sebenarnya bukan gejala langsung alerginya tetapi akibat daya tahan tubuh menurun sehingga sering terjadi infeksi saluran napas berulang . Infeksi berulang inilah  yang seringkali dianggap sebagai gejala alergi . Karena memang seringkali penderita  bahkan dalam keadaan tertentu dokter sulit membedakan alergi atau Infeksi .
Infeksi berulang pada anak adalah infeksi yang sering dialami oleh seorang anak  khususnya infeksi saluran napas akut . Kondisi ini diakibatkan karena rendahnya kerentanan seseorang  terhadap terhadap terkenanya Infeksi . Biasanya infeksi berulang ini  dialami berbeda dalam kekerapan kekambuhan berat ringan gejala jenis penyakit yang timbul  dan komplikasi yang diakibatkan . Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi dan pada penderita defisiensi imun meskipun kasus yang terakhir tersebut relatif  jarang terjadi .

Gangguan defisiensi sistem kekebalan juga sering mengalami infeksi berulang  tetapi kasus ini sangat jarang terjadi .  Diantaranya  adalah adanya gangguan beberapa tipe defisiensi sistem imun berupa defisiensi myeloperoxidase, Severe Combined Immunodeficiency Disease (SCID), Cystic fibrosis, defisiensi Ig A selektif, defisiensi komplemen C4b dan kelainan autoimun lainnya.

Apakah alergi dapat di cegah ..?bagaimana pencegahannya ..?
Mencegah Alergi

Penanganannya mencakup 3 hal, yaitu :
1. Hindari pencetus alergi yang sudah anda ketahui  seperti :debu, bulu binatang tertentu, serbuk sari tanaman, serangga dll.
2. Obat-obatan : kondisi seperti ini biasanya dikendalikan  dengan obat-obatan golongan anti-histamin  dan dekongestan. Sebelum menggunakan obat-obatan tersebut sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anda.
 3. Imunoterapi: Jenis terapi ini digunakan pada kondisi alergi yang membandel dan sulit dikendalikan dengan obat . Tujuan terapi ini adalah  mengurangi sensitifitas (de-sensitifikasi) terhadapfaktor pencetus alergi .

Langkah-langkah berikut membantu mecegah bayi alergi:
•    Masa bahaya terhadap kepekaan adalah empat sampai enam bulan pertama jadi tundalah penyapihan dan teruskan memberi ASI atau susu formula selama masa ini . Bayi anda akan mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan dari ASI atau susu formula sampai usianya enam bulan .
•    Selama memberi ASI anda pun harus berhati-hati terhadap makanan  yang berpotensi menimbulkan alergi untuk menghindarkan bayi dari alergi melalui ASI .
•    Perkenalkan bayi pada makanan padat satu demi satu Beri jarak waktu beberapa hari untuk setiap jenis makanan baru agar anda dapat mengeceknya bila ada suatu reaksi alergi .
•    Jika alergi mengenai keluarga anda perhatikan saat pengenalan selai kacang dan makanan lain dari kacang .
•    Hindari bayi dari bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi, seperti asap, rokok, debu ruam, sebuk sari, dan binatang piaraan .

Apakah selalu di pengaruhi oleh faktor makanan ..?
Penyebab Alergi Gatal Tidak Selalu Karena Faktor Makanan
Siapa yang tak mengenal eksim ?Walaupun penyakit eksim ini tidak berbahaya dan tidak menular keluhan yang ditimbulkannya membuat para penderita merasa tersiksa tidak bisa fokus dan tak jarang mempengaruhi kepercayaan dirinya . Terlebih jika eksim muncul di kulit  yang bisa terlihat oleh orang lain . Eksim atau eczema atau lebih dikenal (secara umum) dengan dermatitis adalah peradangan kulit akibat reaksi hipersensitif (respon berlebihan)  terhadap alergen (pencetus timbulnya reaksi alergi) dari luar (eksogen) maupun dari dalam tubuh penderita (endogen). Pada umumnya eksim bersifat residif (kambuhan) namun dapat dikendalikan agar tidak mudah kambuh .

Sebagian para ahli membedakan antara eksim dan dermatitis namun kebanyakan tidak membedakannya. Ini dapat dimengerti dikarenakan beragamnya bentuk klinis (penampakan) dermatitis maupun faktor pencetusnya yang dipengaruhi oleh banyak faktor . Kadang seseorang dapat mengalami lebih dari satu jenis dermatitis di saat yang sama .

FAKTOR PENYEBAB
Penyebab eksim hingga kini belum diketahui secara pasti  Para ahli menengarai timbulnya (dan kekambuhan) eksim di picu oleh faktor pencetus, yakni:
•    Faktor eksogen (dari luar), misalnya: faktor fisik (suhu, gesekan, sinar, dll), bahan kimia (deterjen, semen, oli, bahan pakaian, dll), mikro-organisme (kuman, virus, jamur, parasit), dan lain-lain .
•    Faktor endogen (dari dalam), misalnya dermatitis atopik, dimana pada dermatitis jenis ini dijumpai adanya riwayat atopi  atau riwayat alergi (misalnya asma, rhinitis alergika dan berbagai bentuk alergi lainnya) . Stress diduga dapat memicu timbulnya (atau kekambuhan) eksim .

Masing-masing penderita eksim memiliki riwayat pemicu (faktor pencetus) yang berbeda dengan penderita lain . Kadang seorang penderita eksim mengalami kekambuhan eksim pada kakinya ketika memakai sandal plastik sementara yang lain kambuh saat terpapar sabun cuci (deterjen) atau lainnya . Dengan kata lain pengalaman faktor pencetus setiap orang tidak selalu sama . Oleh karena itu  jika misalnya seseorang mengalami kekambuhan sesaat setelah makan kepiting  bukan berarti penderita eksim yang lain tidak boleh makan kepiting juga .Dengan memahami beragamnya faktor pencetus timbulnya eksim maka larangan makan makanan tertentu bagi semua penderita eksim bukanlah langkah yang tepat .

Apakah alergi ini berbahaya, dan dapat menyebabkan kematian ..?
Alergi merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh manusia bereaksi terhadap benda asing . Alergi dari setiap manusia berbeda-beda.  Ada alergi yang levelnya biasa saja ada pula yang mengancam nyawa .

Dan berikut adalah jenis alergi yang termasuk dalam kategori membahayakan.
Alergi nikel
Nikel  adalah logam yang banyak ditemukan di barang yang kita pegang sehari-hari  seperti ponsel atau wajan anti lengket . Alergi nikel bisa menyebabkan ruam dan peradangan di kulit .
Alergi perubahan musim
Di negara 4 musim yang setiap 3 bulan sekali terjadi perubahan cuaca terkadang muncul alergi bagi beberapa orang . Alergi ini bisa menyebabkan gejala seperti flu atau gangguan pernapasan .
Alergi Poison Ivy
Poison Ivy  adalah sejenis tanaman yang bisa membuat orang mengalami alergi ketika menyentuhnya . Alergi Poison Ivy memunculkan ruam dan peradangan .
Alergi antibiotik
Banyak obat antibiotik seperti penisilin dan amoxillin yang bisa menyebabkan alergi . Gejalanya adalah gatal-gatal, ruam, dan demam .
Alergi makanan laut
Makanan laut adalah jenis makanan yang umum menyebabkan alergi  karena kontaminasi bahan kimia  yang bisa dicerna ikan dari air laut . Alergi makanan laut menyebabkan ruam kulit dan gangguan pernapasan bagi mereka yang mengonsumsinya .

Lalu bagaimana kita mendiagnosa penyakit ini ..?diperlukan cek lab atau tidak ..?
Dalam diagnosa alergi dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pasien tentang gejala alergi bagaimana terjadinya seberapa sering dan apa kira-kira penyebabnya .Pasien juga akan ditanya apakah ada riwayat keluarga yang alergi dan apakah anggota rumah tangga lainnya (yang mungkin tidak kerabat) memiliki alergi . Setelah diagnosa alergi secara umum dokter umum awalnya merekomendasikan beberapa tes untuk mengetahui allergen yang menyebabkan gejala atau merujuk pasien ke dokter spesialis .

Bahkan jika pasien tahu apa yang menyebabkan alerginya dokter akan melakukan tes untuk menentukan apakah suatu zat tertentu dalam makanan minuman, atau sesuatu yang lain adalah pelakunya .
Tes Alergi Untuk Diagnosa Alergi
•    Tes darah – untuk ukuran tingkat antibodi IgE yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh. Tes ini kadang-kadang disebut tes radioallergosorbent (RAST).
•    Tes tusukan pada kulit – juga dikenal sebagai pengujian tusukan. Kulit yang ditusuk dengan sejumlah kecil alergen. Jika ada reaksi kulit – gatal, kulit merah dan bengkak – itu mungkin berarti ada alergi.
•    Uji tempel – untuk pasien dengan dermatitis kontak (eksim). Cakram logam khusus dengan sejumlah jejak alergen ditempelkan ke kulit. Dokter memeriksa reaksi kulit 48 jam kemudian, dan kemudian lagi setelah beberapa hari.

The National Health Service mengatakan bahwa alat pengujian alergi komersial tidak dianjurkan untuk diagnosa alergi dan bahwa pasien harus menjalani tes yang dilakukan oleh para profesional perawatan kesehatan. Lembaga Nasional untuk Kesehatan dan Clinical Excellence (NICE), di Inggris, menemukan bahwa tes antibodi IgE dan uji tusuk kulit yang efektif dan murah dibandingkan dengan tidak ada tes.

Apakah dengan SOMAN dapat memberikan manfaat untuk seseorang yang punya masalah dengan alergi ..?
SOMAN dapat memberikan manfaat untuk seseorang yang punya masalah dengan alergi

Bagaimana cara SOMAN mengatasinya ..?
Cara SOMAN mengatasinya karena di dalam Soman ada asam amino .
• Histidin (Histidine), AAE
Asam amino ini diperlukan pada saat pertumbuhan untuk memperbaiki jaringan tubuh dan mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang diproses di dalam hati. Histidin dikonversi tubuh menjadi histamin, yang merangsang pengeluaran asam lambung. Tetapi juga sering diperlukan suplementasi histidin sendiri pada usia lanjut, karena terjadi gangguan sintesa dan penyerapannya oleh tubuh. Defisiensi histidin dapat berakibat rasa nyeri pada sendi, dan urine yang mengandung histidin menunjukkan adanya gejala artritis reumatoid.
Sumber dari makanan: Pisang, anggur, daging (ayam/sapi), susu, dan sayuran hijau.
Penggunaan: Untuk mengatasi penyakit degenaratif pada usia tua misalnya artritis reumatoid,
dosis 1-6 g sehari. Perhatian: Pada pemakaian dosis terapi histidin dapat merangsang sekresi asam lambung berlebihan dengan akibat perut terasa perih.
• Pertumbuhan phisik & Mental, menanggulangi penyakit rematik.

Lalu dosisnya seperti apa ..?
10 tetes 3X sehari

Bisakah hilang atau sembuh secara total alergi ini ..?
Alergi bermacam-macam penyebabnya, dan selama pencetusnya tidak hilang, alergi bisa terus menerus kambuh. Alergi adalah suatu reaksi imun kita yang keliru menanggapi suatu zat yang sebenarnya tidak berbahaya, dianggap berbahaya sehingga timbul reaksi perlawanan tubuh. Reaksi alergi bisa ringan seperti gatal atau bentol pada kulit dan bersin-bersin, bisa juga reaksi yang sangat parah, yang disebut anafilaktik, yaitu reaksi yang mengakibatkan henti nafas dan henti jantung. Reaksi alergi penyebabnya sangat luas, dan setiap individu dapat memiliki lebih dari satu alergi.

Amankah jika di konsumsi dalam jangka waktu yang lama ..?
SOMAN sangat aman jika di konsumsi secara jangka panjang, karena SOMAN terbuat dari bahan alam yang tidak efek samping.

Dimanakah pabrik SOMAN ..?
Pabrik Produk Jamu Tetes SOMAN, terdapat di Gorontalo. (NA)